Harga Minyak Naik Didorong Meningkatnya Konsumsi BBM di AS

PT KONTAK PERKASA Harga minyak naik tipis pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) di tengah tanda-tanda pemulihan konsumsi bensin di Amerika Serikat Namun meningkatnya persediaan minyak mentah AS dan peningkatan infeksi virus corona membatasi kenaikan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (9/7/2020), harga minyak mentah berjangka Brent naik 25 sen menjadi USD 43,37 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 28 sen atau 0,69 persen pada USD 40,90 per barel.

Persediaan bensin AS turun tajam 4,8 juta barel karena permintaan naik menjadi 8,8 juta barel per hari. INi menjadi permintaan bensin tertinggi sejak 20 Maret, menurut data dari Administrasi Informasi Energi yang dirilis Rabu.

Stok minyak mentah AS Gulf Coast naik 5 juta barel ke rekor tertinggi pekan lalu.

“Pengurangan penyimpanan minyak mentah yang dilakukan di laut hanya bergeser ke darat pada titik ini yang tidak selalu menjadi pertanda buruk,” kata Tony Headrick, Analis Pasar Energi di CHS Hedging.

Lonjakan kasus virus corona AS, dengan total di atas 3 juta kasus, telah mengurangi harapan akan pemulihan cepat untuk permintaan minyak.

Para menteri dari negara yang tergabung dalam di OPEC+ dijadwalkan mengadakan pembicaraan minggu depan untuk membahas kesepakatan mereka mengenai pengurangan produksi yang akan berlangsung hingga akhir Juli.

BACA JUGA : Wall Street Menguat Didorong Lonjakan Saham Apple dan Microsoft

PT KONTAK PERKASA

Tak Berubah, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 934 Ribu per Gram

KONTAK PERKASA FUTURES Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di level Rp 934 ribu per gram pada perdagangan Rabu (8/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 931 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback emas Antam juga bertahan di Rp 832 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 832 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.29 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.260.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.310.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 497.000

* Pecahan 1 gram Rp 934.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.808.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.687.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.450.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.835.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.962.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.845.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 218.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 437.320.000

BACA JUGA : Survei BI: Penjualan Eceran Mei 2020 Anjlok

KONTAK PERKASA FUTURES

Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 131,7 Miliar pada Juni 2020

PT KONTAK PERKASA – Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 di angka USD 131,7 miliar. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2020 yang tercatat USD 130,5 miliar

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2020).

Selain itu, cadangan devisa tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Penerbitan Sukuk

Onny melanjutkan, peningkatan cadangan devisa pada Juni 2020 terutama dipengaruhi oleh penerbitan sukuk global pemerintah.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,” pungkas dia. 

BACA JUGA : Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 934 Ribu per Gram

PT KONTAK PERKASA

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Minus, Indonesia Diambang Krisis?

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 akan terkontraksi hingga -6 persen.

Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II -6 persen memang sudah berada dipintu krisis ekonomi.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini berbagai batasan covid-19 diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal III dan dan IV juga masih pada posisi minus. Ini menjadi tantangan berat  bagi pelaku usaha dan pemerintah,” kata Sarman kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2020).

Sekalipun aktivitas usaha sudah diperbolehkan buka dan mulai berputar, namun Sarman menilai Pemerintah masih sangat lamban. Hal itu dapat dilihat secara kasat mata, seperti masih sepinya pusat-pusat perbelanjaan/mall, cafe dan restoran juga masih relatif sepi.

Begitupun dengan transportasi udara, darat dan laut antar daerah juga masih sepi, dan tingkat penghuni hotel juga masih rendah. Kondisi ini masih berpeluang akan terjadinya PHK sampai akhir tahun.

“Dimata pengusaha saat ini masih pada posisi ketidakpastian karena daya beli masyarakat masih rendah, dan pergerakan bisnis masih sangat lamban,” ujarnya.

Hal itu serupa yang disampaikan oleh Ketua Kadin Rosan P Roeslani, bahwa progres stimulus penanganan Covid-19 masih sangat lambat.

Penyerapan di berbagai bidang antara lain Kesehatan baru 1,54 persen, perlindungan sosial di 28,63 persen, insentif usaha 6,8 persen, UMKM 0,06 persen, Korporasi 0 persen dan sektoral pada 3,65 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sarman menyarankan agar Pemerintah harus memiliki terobosan, kreativitas dan inovasi termasuk regulasi dan kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha.

“Berbagai tantangan pelaku usaha harus dapat diberikan solusi dan jalan keluar oleh Pemerintah, sehingga pelaku usaha memiliki rasa optimis untuk bertahan dan melewati badai Covid-19 ini,” pungkas Sarman.   

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa krisis ekonomi global akibat pandemi virus corona (Covid-19) benar-benar nyata. Menurut dia, hampir semua negara merasakan hal tersebut.

“Kemarin saya mendapatkan informasi bahwa krisis ekonomi global itu benar-benar nyata, ada benar dan semua merasakan,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Jokowi menyebut informasi tersebut didapatnya dari Director Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva melalui sambungan telepon. Bahkan, krisis ekonomi tersebut diprediksi lebih buruk ketimbang depresi besar pada 1930.

IMF, kata dia, memprediksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar akan anjlok. Amerika Serijat akan -8 persen, Jepang -5,8 persen, Inggris -10,2 persen, Perancis ,12,5 persen, Italia ,12,8 persen, Spanyol -12,8 persen, dan Jerman, -7,5 persen

“Artinya apa? Demand nanti akan terganggu, kalau demand terganggu supplynya akan terganggu. Kalau supplynya terganggu artinya produksi juga akan terganggu. Artinya demand supply produksi semuanya rusak dan terganggu,” jelas dia.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pengendalian virus corona dari sisi kesehatan dan ekonomi. Jokowi pun meminta kepala daerah seimbang dalam menangani Covid-19 secara menyeluruh.

“Rem dan gas harus seimbang, tidak bisa kita gas di urusan ekonomi, tetapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa kita konsen penuh di urusan kesehatan, tapi ekonomi terganggu,” ujar Jokowi. 

BACA JUGA : Bunga Acuan BI Terendah dalam 2 Tahun, Saatnya Beli Rumah?

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Kasus Covid-19 Tekan Rupiah hingga 14.545 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Bergerak melemah pada perdagangan Jumat ini. Kasus positif Corona Covid-19 yang terus bertambah menjadi penyebab pelemahan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/7/2020), rupiah dibuka di angka 14.337 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.377 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah melemah ke angka 14.545 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.337 per dolar AS hingga 14.545 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah mengalami tekanan sebesar 4,9 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.466 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.516 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank melemah karena tertekan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat.

“Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan Covid-19 yang terus meninggi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan COVID-19 seperti di Amerika Serikat, China, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama. Ha ini juga menjadi penekan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.  

Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan China dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat China yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut.

“Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran 14.250 per dolar AS hingga 14.430 per dolar AS.

BACA JUGA : Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.988,18

PT KONTAK PERKASA

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 4.000 per Gram

PT KONTAK PERKASA FUTURESHarga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 4.000 per gram atau menjadi Rp 915 ribu per gram pada perdagangan Kamis (2/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 919 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 812 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 812 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.24 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.  

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.260.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.050.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 487.500

* Pecahan 1 gram Rp 915.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.770.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.630.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.355.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.645.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.487.000

* Pecahan 50 gram Rp 42.895.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.712.000

* Pecahan 250 gram Rp 214.015.000

* Pecahan 500 gram Rp 427.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 855.600.000.

BACA JUGA : Harga Emas Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dipimpin Sektor Industri Dasar, IHSG Dibuka Naik ke 4.919,12

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham Rabu pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang melemah.

Pada awal perdagangan Rabu (1/7/2020), IHSG naik 15,98 poin atau 0,29 persen ke posisi 4.919,12. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,27 persen ke posisi 758,05.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.928,61 Sedangkan terendah 4.905,39.

Sebanyak 136 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 78 saham melemah dan 112 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 26.375 kali dengan volume perdagangan 762,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 444 miliar.

Investor asing jual saham Rp 2,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.250.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang melemah yaitu sektor aneka industri yang turun 0,31 persen dan infrastruktur melemah tipis 0,02 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor industri dasar yang melonjak 0,64 persen. Kemudian disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,50 persen dan sektor pertambangan menguat 0,13 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain EPAC naik 34,55 persen ke Rp 148 per saham, PORT naik 25 persen ke Rp 550 per lembar saham dan SSTM naik 20 persen ke Rp 600 per lembar saham.

Saham-saham yang melemah antara lain TMPO yang turun 6,94 persen ke Rp 134 per lembar saham, PANR melemah 6,93 persen ke Rp 94 per lembar saham dan JSKY anjlok 6,82 persen ke Rp 82 per lembar saham.

BACA JUGA : Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 1.000 per Gram di Awal Juli

KONTAK PERKASA FUTURES

Menanti Data Manufaktur China, Bursa Saham Asia Dibuka Menguat

PT KONTAK PERKASASaham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Selasa pagi karena investor menunggu rilis Indeks Pembelian Manajer manufaktur resmi China.

Dikutip dari CNBC, Selasa (30/6/2020), Nikkei 225 di Jepang naik 1,75 persen pada awal perdagangan, menyusul penurunan lebih dari 2 persen pada hari Senin. Indeks Topix juga menambahkan 1,5 persen. Di Korea Selatan, Kospi naik 1,39 persen.

Sementara itu, S & P / ASX 200 di Australia menguat 0,66 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,33 persen lebih tinggi.

Investor menunggu rilis PMI manufaktur resmi China untuk Juni, dijadwalkan akan dirilis sekitar jam 9:00 pagi HK / SIN pada hari Selasa. Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memiliki perkiraan median 50,4 untuk cetak data, di atas level 50 yang menunjukkan ekspansi dalam aktivitas.

Sementara itu, produksi industri Jepang pada Mei turun 8,4 persen bulan ke bulan, menurut data yang dirilis Selasa dalam laporan awal oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri negara. Itu adalah penurunan yang lebih besar dari perkiraan pasar median penurunan 5,6 persen oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Perkembangan seputar pandemi coronavirus juga akan terus diawasi, dengan kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesu memperingatkan Senin bahwa “yang terburuk belum datang.”

“Meskipun banyak negara telah membuat beberapa kemajuan, secara global, pandemi ini sebenarnya sedang meningkat,” katanya saat konferensi pers virtual dari kantor pusat Jenewa. “Kita semua ingin ini selesai. Kita semua ingin melanjutkan hidup kita, tetapi kenyataan yang sulit adalah bahwa ini bahkan belum berakhir,” tambahnya.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,4 setelah sebelumnya diperdagangkan pada level di atas 97,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 107,58 per dolar setelah melemah tajam dari level di bawah 107,5 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada USD 0,6869 setelah turun ke level sekitar USD 0,685 kemarin.

BACA JUGA : Menyetir Mobil Setelah Makan Siang Itu Berbahaya, Ini Penjelasannya

PT KONTAK PERKASA

Masuk New Normal, Konsumsi BBM Mulai Merangkak Naik

KONTAK PERKASA FUTURES – Konsumsi BBM Pertamina pada era New Normal atau sejak 8 Juni 2020 tercatat mulai merangkak naik menjadi rata-rata 114 ribu KL per hari.

Walaupun masih dibawah rerata normal Januari-Februari 2020 yang tercatat 135 ribu KL per hari, namun angka tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil sama-sama mulai mengalami peningkatan sejalan dengan beroperasinya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan serta pelaku UMKM. Namun demikian, konsumsi BBM masih di bawah rerata normal pada masa sebelum pandemi Covid -19.

“Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26 persen, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16 persen dibanding rerata konsumsi normal,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menjelaskan, jelang semester kedua 2020 dengan kebijakan transisi new normal, konsumsi gasoline tercatat 78,82 ribu KL sementara konsumsi gasoil mencapai 34,99 ribu KL.

“Untuk mendorong tingkat penjualan sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas untuk menyediakan energi, Pertamina tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri, sehingga seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, New Normal maupun Normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen,” imbuh Fajriyah. 

Menurut Fajiryah, sebagai BUMN, Pertamina mendapat amanah untuk menjaga ekosistem bisnis migas dalam kondisi apapun.

Karena itu, seluruh bisnis Pertamina dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap beroperasi meskipun harus menghadapi pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

“Pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah belum merata. Kami masih terus memantau perkembangan pandemi Covid 19. Namun untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat,” pungkas Fajriiyah.** 

BACA JUGA : Tahun Depan, Subsidi BBM Dipatok Rp 500 per Liter

KONTAK PERKASA FUTURES

Rupiah Menguat Seiring Naiknya Harga Aset Berisiko

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Jumat pekan ini. Penguatan ini seiring naiknya harga aset-aset berisiko.

Mengutip Bloomberg, Jumat (26/6/2020), rupiah dibuka di angka 14.105 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.175 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.105 per dolar AS hingga 14.172 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 2,21 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah dipatok di angka 14.239 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angak 14.231 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat seiring naiknya harga aset-aset berisiko.

“Pagi ini terlihat terjadi penguatan pada harga aset-aset berisiko seperti indeks saham Asia dan nilai tukar emerging market termasuk rupiah terhadap dolar AS,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Ariston menuturkan, penguatan tersebut mengikuti penguatan yang terjadi di pasar keuangan AS semalam.

Menurut Ariston, pasar keuangan masih terjadi tarik menarik antara sentimen pemulihan ekonomi dan sentimen kekhawatiran kenaikan kasus dan gelombang kedua pandemi Covid-19.

Semalam, data pesanan barang tahan lama AS pada Mei dirilis lebih bagus dari ekspektasi. Terjadi pertumbuhan 15,8 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan 17,7 persen.

Hal itu, lanjut Ariston, membuktikan ekonomi mulai berekspansi kembali pasca dibukanya perekonomian di tengah pandemi. Namun angka kasus positif COVID-19 masih mengkhawatirkan pelaku pada global yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kekhawatiran ini menahan sentimen positif tersebut sehingga aset berisiko naik-turun di kisaran yang sama,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini bisa bergerak di kisaran yang sama seperti kemarin dan berpotensi menguat tipis di kisaran 14.050 per dolar AS hingga 14.200 per dolar AS.

BACA JUGA : Dimusnahkan hingga Sebabkan KLB, Simak 4 Fakta Jamur Enoki Berbakteri Listeria

PT KONTAK PERKASA FUTURES