Pemerintah Amerika Gugat Google karena Dianggap Monopoli Pencarian

KONTAK PERKASA FUTURES –  Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) baru saja menggugatGoogle, menuduh bahwa telah terjadi usaha monopoli terhadap “Search Engine” atau mesin penulusuran (pencarian) serta iklan online dari perusahaan tersebut.

Perkara hukum tersebut pun, akan menjadi gugatan terbesar Pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahaan teknologi raksasa tersebut, yang berlangsung bertahun-tahun.

Gugatan usai lebih dari satu tahun penyelidikan digelar, di mana perusahaan teknologi terbesar dunia tersebut menghadapi pengawasan ketat terhadap praktik mereka di dalam dan luar negeri.

Pihak Google sendiri sudah merespon bahwa gugatan hukum tersebut lemah dan cacat. Perusahaan yang sekarang ini dikepalai oleh Sundar Pichai sendiri mengklaim, Google selalu menjaga keadilan kompetisi dan  selalu memprioritaskan menjaga keamanan data dari para penggunanya. 

“Orang-orang menggunakan Google karena kemauan mereka sendiri, bukan karena paksaan atau tidak adanya pilihan mesin penulusuran alternatif lainnya,” balas Google, seperti melansir BBC, Rabu (21/10/2020).

Usaha Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang menggugat kepada Pengadilan federal (Federal Court) tersebut memfokuskan gugatannya terhadap milyaran  pengeluaran anggaran perusahaan teknologi ini terhadap mesin penulusurannya, agar membuat Google menjadi pilihan default browser dari banyak pengguna internet.

Salah satu pejabat dari Departemen Kehakiman Amerika, menyatakan bahwa dengan pengeluaran anggaran tersebut, dapat memberikan kesempatan kepada Google untuk bisa menyeleksi pesan atau informasi tanpa sepengatahuan pengguna.

Selain itu pemerintah Amerika juga cemas bahwa Google bisa memiliki serta mengkontrol sebanyak 80 persen hasil pencarian dari AS sendiri.

“Kami menilai bahwa distribusi mesin pencari alternatif lain tidak terdistribusi dengan baik, membuat banyak perusahaan teknologi lainnya tidak mampu berkompetisi dengan Google“. Pernyataan dari Gugatannya

Selain itu dalam gugatan tersebut juga terdapat kalimat yang menyatakan bahwa, “Googlebukan lagi menjadi kata benda, tapi sekarang menjadi kata kerja bagi semua orang untuk melakukan penulusuran di internet”.

Gugatan tersebut juga menambahkan bahwa pengeluaran anggaran Google kepada mesin penelusurannya, membuat kualitas hasil temuan menjadi berkurang, misalnya seperti hal privasi, keamanan data dan pemangkasan pilihan informasi pengguna.

Sally Hubard yang bekerja di Open Market Insitute menyatakan bahwa usaha Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk mengunggat Google tentang masalah monopoli mesin penulusurannya merupakan langkah yang baik. 

“Dari apa yang sudah saya baca, laporan gugatan tersebut mengatakan hal sebenarnya, sebuah usaha yang panjang tapi sangat hebat untuk bisa dilaporkan,” kata Hubbard melalui akun twitternya.

Kasus ini pun ternyata menjadi satu dari banyaknya usaha dari berbagai pihak yang mengkritisi dominasi dari perusahaan teknologi ini.

Tapi usaha Pemerintahan Amerika menggugat Google hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden 2020, dikritisi beberapa pihak.

Mereka menilai ini hanya merupakan sebuah usaha dari kelompok Donald Trump untuk membuktikan usaha dan janjinya jika dirinya kembali menang diperiode kedua.

Tapi salah satu pejabat dari departemen menyatakan, bahwa proses investigasi ini tidak dikebut hingga bisa digugat saat masa sebelum pilpres.

“Kami  hanya bertindak, jika fakta dan latar belakang hukum yang ada sudah kuat dan terjamin,” jelas Jeffrey Rosen yang merupakan wakil jaksa agung.

Selain itu, Alphabet yang merupakan perusahaan induk dari Google, diprediksi akan melawan gugatan dari pemerintahan AS tersebut dalam waktu dekat.

Meskipun perusahaan dengan nilai lebih dari USD 1 triliun itu sekarang sedang dalam sorotan publik, nilai saham Alphabet terhitung hari ini hanya berguncang sedikit.

 Reporter: Yoga Senjaya Putra

BACA JUGA : Utang Indonesia Membengkak, Apa Kata Pengusaha?

KONTAK PERKASA FUTURES

Lebih Mahal, Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram

KONTAK PERKASA FUTURESHarga emas Antam atau emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 4.000 menjadi Rp 1.012.000 per gram pada perdagangan Rabu ini. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 1.008.000 per gram.

Hal yang sama juga terjadi dengan harga buyback emas Antam, Rabu (21/10/2020), naik Rp 5.000 menjadi Rp 906 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 906 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik Truntum dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.470.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram ditetapkan Rp 20.300.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.09 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 536.000

* Pecahan 1 gram Rp 1.012.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.964.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.921.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.840.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.615.000

* Pecahan 25 gram Rp 23.912.000

* Pecahan 50 gram Rp 47.745.000

* Pecahan 100 gram Rp 95.412.000

* Pecahan 250 gram Rp 238.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 476.320.000

BACA JUGA : Harga Emas Naik Menanti Debat Capres AS

KONTAK PERKASA FUTURES

318 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke 5.099,84

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. IHSG sempat menghijau sebentar di awal sesi I.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (20/10/2020), IHSG ditutup turun 26,49 poin atau 0,52 persen ke posisi 5.099,84. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 0,51 persen ke posisi 786,43.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.135,07 dan terendah 5.080,95.

Pada sesi penutupan pedagangan, 112 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 318 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham normal. Total frekuensi perdagangan saham 733.836 kali dengan volume perdagangan 10,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 171 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.643.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya ada dua sektor yang menguat yaitu industri dasar yang naik 0,27 persen dan aneka industri yang melonjak 2,40 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor kontruksi yang anjlok 1,91 persen. Kemudian disusul sektor barang konsumsi yang turun 1,29 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 0,99 persen.

Saham yang menguat antara lain HITS yang naik 13,64 persen ke Rp 500 per lembar saham. Kemudian SIPD yang naik 12,50 persen ke Rp 1.350 per lembar saham dan BNLI yang yang naik 12,12 persen ke Rp 2.590 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain CTBN yang melemah 6,98 persen ke Rp 2.930 per lembar saham. Kemudian MTPS turun 6,98 persen ke Rp 320 per lembar saham dan JSKY turun 6,93 persen ke Rp 188 per lembar saham.

BACA JUGA : Penemuan Vaksin Covid-19 Mampu Redam Fluktuasi IHSG?

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Emas Antam Masih Betah Seperti Posisi di Akhir Pekan Lalu

PT KONTAK PERKASA Harga emas Antam atau emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak berubah dari posisi seperti akhir pekan lalu, yakni sebesar Rp 1.008.000 per gram pada perdagangan hari ini. 

Namun harga buyback emas Antam, Senin (19/10/2020), turun Rp 1.000 menjadi Rp 901 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 901 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.430.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram ditetapkan Rp 20.220.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.17 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 534.500

* Pecahan 1 gram Rp 1.008.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.956.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.909.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.820.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.575.000

* Pecahan 25 gram Rp 23.812.000

* Pecahan 50 gram Rp 47.545.000

* Pecahan 100 gram Rp 95.012.000

* Pecahan 250 gram Rp 237.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 474.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 948.600.000.

BACA JUGA : Tak Bergerak, Cek Daftar Harga Emas di Pegadaian pada 19 Oktober 2020

PT KONTAK PERKASA

Harga Emas Antam Kembali Naik, Jadi Rp 1.011.000 per Gram

KONTAK PERKASA FUTURESHarga emas Antam atau emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 1.011.000 per gram pada perdagangan Jumat ini. Kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 1.009.000 per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam, Kamis (15/10/2020), juga naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 904 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 904 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.460.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram ditetapkan Rp 20.280.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.25 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 535.500

* Pecahan 1 gram Rp 1.011.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.918.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.918.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.835.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.605.000

* Pecahan 25 gram Rp 23.887.000

* Pecahan 50 gram Rp 47.695.000

* Pecahan 100 gram Rp 95.312.000

* Pecahan 250 gram Rp 238.015.000

* Pecahan 500 gram Rp 475.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 951.600.000.

BACA JUGA : IHSG Keok di Sesi I Donald Trump jadi Biang Keroknya

KONTAK PERKASA FUTURES

Usai Tergelincir, Harga Emas Kembali Naik Dipicu Pelemahan Dolar AS

PT KONTAK PERKASA FUTURESHarga emas naik 1 persen pada hari Rabu, rebound dari penurunan tajam di sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan ketidakpastian seputar pemilihan AS serta pemulihan ekonomi global yang mendorong daya pikat investor terhadap safe haven metal ini.

Dikutip dari CNBC, Kamis (15/10/2020), harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 1.903,20 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,7 persen menjadi USD 1.907,30.

“Indeks dolar turun pada hari ini, imbal hasil lebih rendah yang mendukung harga emas dan kami juga melihat beberapa pembelian teknis mungkin karena koreksi kemarin sedikit berlebihan,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Dolar melemah terhadap mata uang utama lain, sementara benchmark Treasury 10-tahun juga turun. Harga emas batangan merosot sebanyak 1,9 persen pada hari Selasa setelah greenback menguat karena kebuntuan atas stimulus AS.

“Kami akan mendapatkan stimulus tidak peduli siapa yang memenangkan pemilu – Demokrat atau Republik … faktanya adalah AS membutuhkan paket stimulus, meskipun tampaknya diragukan bahwa kami akan mendapatkannya dengan cara yang berarti sebelum pemilu,” tambah Melek.

Harga emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah naik 25 persen sepanjang tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi.

Investor juga mengawasi kampanye presiden AS, dengan jajak pendapat yang menunjukkan kandidat Demokrat Joe Biden memimpin pemilihan, tetapi banyak yang tetap khawatir tentang potensi hasil pemilu yang tertunda.

“Level harga USD 1.900 per ons telah menjadi medan pertempuran untuk harga emas,” kata Eli Tesfaye, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

“Pasar telah mencoba untuk mengambilnya di bawah level itu beberapa kali, tetapi penurunan telah diatasi oleh permintaan dari ketidakpastian dalam pemilu AS yang akan datang, stimulus, dan Brexit.”

Selain harga emas, harga perak naik juga naik 0,5 persen menjadi USD 24,30 per ounce, platinum turun 0,7 persen menjadi USD 859,30 dan paladium naik 1,2 persen menjadi USD 2,342,32.

Harga emas turun sebanyak 1,9 persen pada hari Selasa, mencapai di bawah USD 1.900 per ounce. Ini karena dolar menguat seiring kebuntuan atas stimulus AS dan karena investor terikat pada rapor ekonomi dari Dana Moneter Internasional.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2020), harga emas di pasar Spot turun 1,7 persen menjadi USD 1,890.01 per ounce. Emas berjangka AS kehilangan 1,8 persen menjadi USD 1.893,70.

“Stagnasi di Washington selama paket stimulus berikutnya terus menekan aset seperti emas yang mengandalkan pelemahan dolar untuk gelombang dukungan berikutnya,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“IMF dan lembaga lain seperti Federal Reserve AS juga telah mencatat bahwa pemulihan ekonomi telah terjadi sedikit lebih cepat dari yang mereka perkirakan semula, sehingga akan membuat kami percaya bahwa mungkin ada kebutuhan akan stimulus yang lebih rendah di seluruh dunia,” tegasnya.

Dolar melonjak 0,4 persen terhadap saingannya, membuat emas mahal.

IMF mengatakan perkiraan untuk ekonomi global tak seburuk yang diperkirakan karena negara-negara kaya dan China pulih lebih cepat dari perkiraan.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan penawaran paket stimulus virus corona terbaru oleh Presiden Donald Trump kurang dari yang dibutuhkan rakyat Amerika.

Harga emas telah dipermainkan selama negosiasi untuk kesepakatan stimulus fiskal, dengan kebuntuan terbaru. “Menghilangkan beberapa pendorong bullish jangka pendek yang kami antisipasi,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Tapi semua itu berarti kita akan mendapatkan stimulus nanti, mungkin awal tahun depan dan itu akan menyebabkan harga emas lebih tinggi,” tambah dia.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah meningkat 25 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

BACA JUGA : Ekonomi Mulai Bangkit, Ekspor Indonesia Naik 6,9 Persen di September 2020

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Turun Lagi, Harga Emas Antam Dipatok Rp 1.007.000 per Gram

PT KONTAK PERKASAHarga emas Antam atau emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 8.000 per gram menjadi Rp 1.007.000 per gram pada perdagangan hari ini. Kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 1.015.000 per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam, Selasa (13/10/2020), juga turun Rp 9.000 per gram menjadi Rp 900 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 900 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.420.000. Sedangkan untuk ukuran 20 gram ditetapkan Rp 20.200.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.25 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 533.500

* Pecahan 1 gram Rp 1.007.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.954.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.906.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.815.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.565.000

* Pecahan 25 gram Rp 23.787.000

* Pecahan 50 gram Rp 47.495.000

* Pecahan 100 gram Rp 94.912.000

* Pecahan 250 gram Rp 237.015.000

* Pecahan 500 gram Rp 473.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 947.600.000.

BACA JUGA : Harga Emas Tergelincir Efek Pemulihan Ekonomi Dunia Lebih Cepat

PT KONTAK PERKASA

IHSG Ditutup Tertekan di Sesi I, Menanti Suku Bunga BI

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah pada sesi I perdagangan, Selasa 13 Oktober 2020 pukul 11.30 WIB. Pada sesi pertama perdagangan, indeks saham ditutup -0,31 persen di level 5.077,510.

Mengutip RTI, Selasa (13/10/2020), terpantau 137 saham mengalami kenaikan. Sementara 267 saham turun dan 153 saham stagnan. Pada sesi I, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di level 5.093,442, dan terendah di level 5.065,171.

Pelemahan terkuat terjadi pada saham Sky Energi Indonesia Tbk (JSKY), yang turun 18 poin atau -6,92 persen. Diikuti Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) yang negatif 24 poin atau -6,86 persen, dan Karya Anugerah Bersama Tbk (KBAG) yang minus 4 poin atau -6,67 persen.

Sementara penguatan terbesar dialami Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) yang menghijau pada 225 poin atau 25 persen. Kemudian Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) yang menghijau besar ke 70 poin atau 20,35 persen, dan Bank Permata Tbk (BNLI) di 410 poin atau 16,67 persen.

Indeks saham LQ45 juga ikut melemah 0,62 persen ke posisi 772,511 pada sesi perdagangan pertama. Sebagian besar indeks acuan berada di zona merah.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, IHSG berada di zona merah lantaran para pelaku saham tengah menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dikeluarkan pukul 14.00 WIB hari ini.

“Ada juga wait and see terhadap hasil RDG BI,” kata Nafan kepada Liputan6.com, Selasa (13/10/2020)

Menurut dia, pelaku di pasar modal kini tengah menanti komitmen dalam hal stabilitas rupiah, pelaksanaan program pelonggaran kuantitatif (QE), hingga Hawkish Statement berkaitan dengan sustainability pada kinerja pertumbuhan ekonomi bangsa.

Nafan sebelumnya telah memperkirakan, IHSG akan ditutup di level 5.070-5.080 pada sesi perdagangan I hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di dua arah pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini. Semula IHSG menghijau tetapi tak lama kemudian mengalami tekanan.

Pada prapembukaan perdagangan Selasa (13/10/2020), IHSG naik tipis 0,32 poin atau 0,01 persen ke level 5.093,43. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik 3,33 poin atau 0,07 persen ke level 5.097,45. Namun tak lama kemudian, IHSG melemah 14,70 poin atau 0,31 persen ke level 5.077, 60.

Sementara indeks saham LQ45 melemah 0,38 persen ke posisi 774,04. Gerak indeks acuan tak seragam pada perdagangan hari ini.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.106,45. Sedangkan terendah 5.075,54.

Sebanyak 118 saham menguat dan 101 saham melemah. Sementara 147 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 38.412 kali dengan volume perdagangan 692 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 481 miliar.

Tercatat, investor asing beli saham di pasar regular mencapai Rp 15 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.670 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada satu sektor yang menguat yaitu keuangan dengan naik 0,44 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor pertambangan yang anjlok 0,74 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan yang turun 0,64 persen dan sektor infrastruktur melemah 0,64 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain, BRIS naik 22,78 persen ke Rp 1.110 per lembar saham. Kemudian BNLI naik 13,82 persen ke Rp 2.800 per saham dan AGRO naik 12,12 persen ke Rp 384 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain GDST turun 6,90 persen ke Rp 80 per lembar saham, BMSR yang turun 6,90 persen ke Rp 81 per lembar saham dan PSDN turun 6,82 persen ke Rp 123 per saham.

Dalam riset Ashmore, Wall Street atau bursa saham AS naik ke level tertinggi dalam enam pekan pada penutupan perdagangan Senin. Pendorongnya adalah saham-saham teknologi.

The NYSE FANG+ index melonjak 3,6 persen dan membukukan sesi terbaik dalam satu bulan. Kenaikan ini menjelang rilis layanan baru Amazon dan juga produk baru dari Apple.

Sebanyak 10 dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 ditutup lebih tinggi dengan sektor teknologi menguat 2,7 persen.

BACA JUGA : Daftar Harga Emas di Pegadaian per 13 Oktober 2020

KONTAK PERKASA FUTURES

Vaksin Covid-19 dari China Datang Bulan Depan, Siapa yang Pertama Disuntik?

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 dari China akan masuk ke Indonesia pada bulan depan. Setelah vaksin tersebut tiba, para garda terdepan penanganan penyebaran virus Covid019 akan mendapat prioritas suntikan 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, biaya vaksinasi para garda terdepan dalam penanganan penyebaran virus corona akan ditanggung oleh pemerintah. Begitu juga dengan masyarakat yang menjadi peserta Penerima bantuan Iuran (PBI) dalam BPJS Kesehatan. Vaksinasinya juga akan ditanggung pemerintah.

“Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah,” Terawan dalam siaran pers, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Selain itu, demi menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin Covid-19, maka vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma. Sebab, Bio Farma merupakan BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.

Terawan meminta dalam waktu dekat Bio Farma harus memaparkan biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasama kepada publik.

Sebagai informasi, Indonesia akan mengimpor vaksin Covid-19 dari tiga pabrik di China yaitu, Cansino, G42/Sinopharm dan Sinovac. Tahun ini Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin untuk single dose (satu kali vaksinasi per orang) di bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin untuk dual dose (dua kali vaksinasi per orang) tahun ini, lalu 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin untuk single dose vials pada minggu pertama November.

Lalu 1,5 juta dosis vaksin covid-19 untuk single dose vials selanjutnya pada minggu pertama Desember 2020 dan ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Kemudian tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose).

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Harga Emas Antam Dibanderol Turun Rp 2.000 per Gram

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Emas Naik Tipis Menanti Kepastian Pemilihan Presiden AS

PT KONTAK PERKASA Harga emas naik tipis pada hari Kamis karena ketidakpastian tentang pemilihan presiden AS dan taruhan bahwa stimulus baru akan mendorong inflasi mengimbangi peningkatan selera investor untuk aset berisiko.

Dikutip dari CNBC, Jumat (9/10/2020), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.889,50 per ounce. Emas berjangka AS menetap 0,2 persen lebih tinggi pada USD 1,895.10.

Sementara ada peningkatan selera risiko yang cukup kuat, dengan dolar yang kuat juga membebani. Ekspektasi inflasi menjaga emas tetap di atas, kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

“Kami tidak mengatakan bahwa akan ada masalah inflasi segera, tetapi kekhawatirannya adalah jika kebijakan berlanjut dan diulangi setelah pemilu, maka kami kemungkinan akan melihat dolar bergerak lebih rendah,” tambah dia.

Membatasi kenaikan harga emas, indeks utama Wall Street naik ke level tertinggi satu bulan karena komentar Presiden AS Donald Trump meningkatkan harapan untuk stimulus fiskal baru, bahkan ketika pemulihan di pasar tenaga kerja berjuang untuk mendapatkan momentum.

Data AS pada Kamis menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, tetapi jumlahnya tetap tinggi.

Harga emas masih naik 24 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh stimulus pemerintah dan bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia. Stimulus ini untuk menghidupkan kembali ekonomi karena dipandang sebagai lindung nilai inflasi dan perlindungan yang aman selama ketidakpastian ekonomi dan politik.

“Ini (harga emas) akan bergerak lebih tinggi, itu akan menjadi tidak stabil. Itu akan menjadi kenyataan untuk bulan depan menjelang pemilihan, itu akan menjadi benar untuk dua bulan setelah pemilihan,” kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Ada banyak ketidakpastian di pasar setelah Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif covid-19. Namun, analis tetap bullish pada pergarakan harga emas pekan ini, diluar dari sejumlah hal yang harus diwaspadai.

“Berita Trump mengalahkan segalanya. Data ekonomi, paket stimulus, dan lainnya. Harga emas mundur sedikit. Tapi dengan semua uang di luar sana, logam kuning seharusnya lebih tinggi,” kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady.

Dilansir dari laman Kitco, Senin (5/10/2020), saat ini Grady melihat emas tertahan karena diperdagangkan di sekitar USD 1.900 per ons. Menurutnya, kabar Trump yang positif Covid-19 seharusnya mendorong orang ke arah emas karena meningkatnya ketidakpastian.

Namun karena harga emas saat ini diperdagangkan bersama-sama dengan saham, banyak hal bergantung pada reaksi pasar terhadap perkembangan yang terjadi pekan depan.

“Emas dan saham diperdagangkan bersama-sama. Akan ada banyak ketidakpastian, dan ada risiko investor akan memilih untuk melikuidasi posisi mereka hanya untuk melindungi diri jika terjadi sesuatu yang buruk selama akhir pekan,” katanya.

Sementara Direktur Perdagangan Global Kitco, Metals Peter Hug menjelaskan, semua akan tergantung pada perkembangan kasus covid-19 Trump. Di sisi lain, kabar ini juga dinilai akan mempengaruhi upaya pemerintah AS dalam menghimpun stimulus lanjutan.

“Mengingat apa yang kita ketahui tentang Trump, akankah pemerintah dapat mengumpulkan paket stimulus sebelum pemilihan? Pasar membutuhkannya. Jika mereka tidak mendapatkannya, itu bermasalah untuk pasar ekuitas dan logam juga,” kata Hug.

Hug menilai, Partai Republik memiliki peranan yang krusial untuk mendapatkan stimulus guna membantu menstabilkan pasar sebelum pemilihan. “Jika tidak, dengan gelombang kedua datang dan ekonomi melambat, akan ada penurunan,” kata dia.

Hug juga menyebutkan skenario terburuk untuk perdagangan emas pekan depan, melihat dari perkembangan Covid-19 pada Trump. Dimana implikasi yang lebih serius bagi presiden akan menjadi skenario terburuk.

”Ini berpotensi termasuk likuidasi di pasar ekuitas. Orang-orang sudah takut, jadi naluri pertama bisa saja lari ke uang tunai, yang akan merugikan komoditas dan ekuitas. Harga emas bisa diperdagangkan turun hingga USD 1.850, yang merupakan garis yang cukup solid. Jika kita kehilangan itu, kita bisa menguji ke USD 1.800 yang rendah,” jelas Hug.

Sementara skenario terbaiknya adalah, jika Trump memiliki gejala dan keadaannya membaik, atau setidaknya tidak memburuk. Juga, jika paket stimulus disahkan dan pasar ekuitas menjadi stabil.

“Potensi harga emas adalah penutupan di atas USD 1.925 dan kemudian USD 1.975,” tambah Hug.

Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam perdagangan pekan depan adalah risalah rapat Federal Reserve bulan September, yang juga akan dirilis pada hari Rabu.

“Ada sedikit prospek kenaikan suku bunga dalam beberapa tahun mendatang dengan pejabat dan titik plot FOMC; diagram menunjukkan itu bisa terjadi pada 2024 sebelum kita melihat kenaikan suku bunga,” kata Kepala Ekonom Internasional ING James Knightley.

BACA JUGA : Dibayangi Demo Brutal UU Cipta Kerja, IHSG Dibuka di Zona Merah

PT KONTAK PERKASA