Cabai Jamu Asal Lampung Tembus Pasar Jepang hingga Inggris

PT KONTAK PERKASA – Peluang ekspor tanaman obat aromatik dan rempah-rempah asli Indonesia tetap memiliki potensi menjanjikan meski dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Salah satunya komoditas cabai jamu (Long pepper) asal Lampung yang terus menunjukan tren peningkatan kinerja ekspor dari tahun ke tahun.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Lampung mencatat, fasilitasi ekspor untuk komoditas asal subsektor hortikultura ini sejak Januari hingga pekan pertama Juni 2020 mencapai 249 ton. Sementara pada periode yang sama di 2019, total ekspor hanya sebesar 48,9 ton, atau meningkat 5 kali lipat di tahun ini.

“Selain produksi dan kualitas yang baik, cabai jamu asal Lampung ini juga telah dapat memenuhi persyaratan teknis negara tujuan ekspor, jadi makin laris,” kata Kepala Karantina Perta kan Lampung Muhammad Jumadh dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2020).

Menurut Jumadh, ini menjadi angin segar bagi pelaku agribisnis di wilayah kerjanya. Setidaknya saat ini ada 12 negara yang menjadi pelanggan rempah asal Lampung, antara lain Uni Emirat Arab, India, China, Nepal, Pakistan, Banglades, Jepang, Jerman, Malaysia, Vietnam, Inggris, dan Turki.

“Selain bimbingan teknis bagi pelaku usaha, kami juga menyiapkan layanan in-line inspection. Selain untuk menjamin keterusan, juga untuk percepatan waktu layanan di pelabuhan,” sambung Jumadh.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Ali Jamil mengungkapkan, pihaknya terus menggiatkan Gerakan Tiga Kalilipat Ekspor (Gratieks) melalui seluruh unit kerjanya.

Berbagai kegiatan terus digaungkan, seperti berupa sinergisitas pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah, integrasi aturan perkarantinaan dengan negara tujuan, percepatan layananz hingga kampanye publik untuk lakukan terobosan ekspor.

“Dengan dibukanya pembatasan secara bertahap atau new normal ini kita harapkan Gratieks semakin giat sehingga target peningkatan dapat tercapai,” tutur Jamil.

BACA JUGA : Rupiah Melemah Dekati 14.000 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA

Deretan Alat Canggih yang Ada di Bandara Soetta Sambut New Normal

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Menuju new normal, berbagai pelayanan dan fasilitas di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), dibuat dengan tanpa sentuhan atau touchless. Bahkan ada helm petugas yang bisa membaca suhu tubuh hingga plat nomor kendaraan.

Fasilitas touchless dipersiapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas di bandara bagi personel, maupun pengunjung bandara dan penumpang pesawat dengan tetap mengedepankan upaya pencegahan Corona.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menyiapkan fasilitas touchless bagi personel terkait dengan aspek keamanan sementara bagi pengunjung bandara dan penumpang pesawat lebih ke aspek pelayanan.

“Sejumlah fasilitas touchless di Soekarno-Hatta sudah dapat digunakan, dimana fasilitas-fasilitas tersebut nantinya juga digunakan di bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II,” kata Awaluddin.

Saat ini, lanjutnya, satu fasilitas touchless terkait dengan aspek keamanan yang tengah diuji coba di Soekarno-Hatta adalah penggunaan smart helmet oleh personel aviation security atau Avsec, di terminal penumpang. Fasilitas ini digunakan oleh personel yang bertugas, untuk melakukan pengawasan.

Helm ini dapat memberikan informasi mengenai suhu tubuh orang (contactless temperature detection), mode pengenal wajah (face recognition), pengenal plat kendaraan (license plate recognition), night vision/facility inspectionQR code scanner dan mengidentifikasi titik panas (thermographic diagnostic imaging).

“Melalui smart helmet, kapabilitas personel avsec di Bandara Soetta meningkat dan dapat menjaga jalannya berbagai prosedur dengan ketat,”kata Awaluddin.

Kemudian, alat canggih lainnya Body scanner atau body inspection machine. Di Security Check Point 2 (SCP 2) sudah dioperasikan body scanner atau body inspection machine bagi Avsec untuk memeriksa penumpang pesawat tanpa bersentuhan.

Penumpang pesawat cukup masuk ke dalam mesin body scanner untuk kemudian mesin tersebut melakukan pemeriksaan, apakah penumpang masih membawa barang tersembunyi atau tidak. Hasil pemeriksaan akan diinformasikan di layar monitor.

“Kemudian yang sudah lama digunakan itu, pemeriksaan data penumpang secara digital melalui Travelation. Lalu fasilitas lift juga pengoperasiannya menggunakan kaki, bukan tangan lagi,” kata Awaluddin.

Ada juga Virtual Customer Assistant (VICA), kini masyarakat dapat bertanya langsung mengenai berbagai berbagai informasi dan pelayanan di bandara-bandara AP II secara virtual atau tanpa tatap muka langsung. Layanan VICA menggantikan customer assistant secara fisik di terminal, dan bisa diakses melalui situs http://www.angkasapura2.co.id

Lalu, UV Sterilizer yang difungsikan untuk menghilangkan vitus, bakteri dan kuman di eskalator dan travelator di dalam gedung Terminal 3 Soekarno-Hatta. Westafel pun juga dibuat otomatis, tanpa bersentuhan dengan tangan, sensor akan mengeluarkan air dan juga hand sanitizer dengan sendirinya.

BACA JUGA :Penjelasan Lengkap Kementerian Koperasi dan UKM Soal Pernyataan Shadow Banking

PT KONTAK PERKASA FUTURES 

Indonesia Paling Sering Dituduh Gunakan Trade Remedies di Perdagangan Internasional

PT KONTAL PERKASA –  Menurut data global penggunaan instrumen anti dumping dari tahun 2014-2019 atau lima tahun terakhir, terdapat peningkatan sebesar 36 persen dalam pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD), Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMPT), dan Bea Masuk Imbalan (BMI) secara global.

“Di mana dari 182 kasus  di tahun 2013 menjadi 244 kasus di tahun 2018-2019. Tindakan trade remedi yang dilakukan Indonesia sejak tahun 1995-2019 tercatat sebanyak 84 kasus atau kurang 2 persen dari pengenaan trade remedi secara global,”  kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina, dalam web seminar (webinar) “Trade Remedi di Masa Pandemi: Peluang dan Tantangan”, Senin (8/6/2020).

Lebih lanjut Srie, mengatakan terdapat sepuluh besar negara yang sering menuduh Indonesia melakukan instrumen trade remedi, yakni India 54 kasus, Amerika Serikat 37 kasus, Uni Eropa 37 kasus, Australia 28 kasus, Turki 23 kasusu, Malaysia 19 kasus, Filipina 15 kasus, Afrika selatan 14 kasus, Brazil 11 kasus, dan lainnya 90 kasus.

Untuk produk ekspor Indonesia yang rentan mengalami tuduhan selama ini adalah produk baja 63 kasus, tekstil 55 kasus, produk kimia 50 kasus, produk mineral 37 kasus, dan produk kayu 52 kasus.

“Untuk anti dumping sejak berdirinya WTO sampai dengan 2019 Indonesia tercatat berada di peringkat ke-8 negara yang paling sering menjadi target dalam penyelidikan dan penerapan anti dumping measure di dunia,” katanya.

Menurutnya, dari 212 jumlah inisiasi penyelidikan anti dumping sejumlah 140 kasus atau sekitar 66 persen dari inisiasi berkahir pada pengenaan BMAD, dengan kata lain tuduhan anti dumping tersebut yang berhasil dipaparkan di tengah jalan dalam proses penyelidikannya adalah 34 persen.

Selain itu, Srie menyebutkan negara-negara di dunia yang sering menjadi target pengenaan BMAD China 1008 kasus, Korea 283 kasus, Taipe 210 kasus, Amerika Serikat 189 kasus, Jepang 164 kasus, Thailand 161 kasus, India 144 kasus, dan Indonesia 140 kasus.

“Melihat ini kita mengambil sisi positifnya saja, karena Indonesia juga dipandang sebagai kekuatan setara dengan negara-negara industri  dunia tersebut, karena Indonesia sendiri emnduduki peringkat ke-8,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tuduhan anti subsidi Indonesia menduduki peringkat ke-4 sebagai negara yang paling sering menjadi objek tuduhan anti subsidi, dan negara ke-7 terbesar dunia  yang paling sering digunakan BMI setelah China, India, Korea, Uni Eropa, Brazil dan Italia.

“Kita perlu waspada karena tuduhan subsidi melibatkan pemerintah yang dianggap memberikan subsidi secara tidak sah  kepada pelaku ekspor, sehingga produk ekspor yang dihasilkan bersaing dengan pasar dunia dengan harga murah  yang tidak wajar , dan mendistorsi harga  pasar,” ujarnya.

Namun ternyata tidak semua penyelidikan anti subsidi berakhir pada pengenaan atau ahnya 58 persen saja yang berakhir pada pengenaan Bea Masuk Imbalan, sisanya bisa ditangkal. Tentunya setelah kita melakukan pembelaan bersama secara efektif dan terkoordinasi.   

BACA JUGA : Terus Menguat, Rupiah Sentuh Level 13.872 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA

PSBB Transisi Beri Napas Segar Pengusaha yang Merugi

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyambut baik keputusan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan masa transisi menuju new normal. Setidaknya kabar ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha pusat perbelanjaan atau mal untuk kembali melakukan kegiatan ekonomi.

“Pasti kita sambut gembira PSBB transisi ini. Didalamnya juga kan mengizinkan kembali beroperasinya kegiatan ekonomi,” kata Sekretaris Jenderal Aprindo, Solihin saat dihubungiMerdeka.com, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, meskipun PSBB diperpanjang sampai dengan akhir Juni, tapi bulan Juni juga dinyatakan transisi. Imbasnya mal di ibukota buka terbatas terhitung 15 Juni, restoran di areamal bisa buka dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, serta semua orang diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Sehingga aturan ini diyakini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian di seluruh Jakarta. Dikarenakan mayoritas pelaku usaha telah mengalami kerugian cukup parah akibat dampak PSBB yang diberlakukan Pemprov DKI sejak Maret 2020.

PSBB transisi merupakan nafas bagi pelaku usaha yang merugi. Maka kerugian dapat diminimalisir, selama PSBB sebelumnya kan kita (pengusaha),” keluh dia.

Kendati demikian, Solihin mengakui jika PSBB transisi tak serta merta memulihkan perekonomian ibukota dalam waktu singkat. Apalagi sampai saat ini angka penularan covid-19 di DKI masih tergolong tinggi.

Di sisi lain, kata dia, masyarakat juga tengah dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit akibat pandemi covid-19. Imbasnya terjadi penurunan daya beli masyarakat yang cukup signifikan.

“Semoga dengan PSBB transisi ini, perlahan tapi pasti roda perekonomian akan kembali menggeliat. Asalkan kita semua tetap kooperatif melaksanakan protokol kesehatan di segala aktivitas,” tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : 7 Sektor Terbakar, IHSG Dibuka Melemah ke 5.902

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Anggaran Kesehatan Disebut Terlalu Kecil, Apa Kata Pemerintah?

KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah kembali menaikan jumlah anggaran penanganan Covid-19 untuk kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun dari sebelumnya hanya Rp 75 triliun. Penambahan anggaran ini dianggap kecil jika dibandingkan dengan beberapa pos-pos lainnya seperti perlindungan sosial, insentif usaha, hingga bantuan kepada UMKM.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, anggaran kesehatan yang tergolong kecil tersebut relatif terhadap kebutuhannya. Sebab, kebutuhan untuk sektor kesehatan di dalam penanganan Covid-19 belum terlihat besar.

“Yang jadi poinnya disini adalah apakah memang kebutuhannya lebih besar dari yang sudah dialokasikan saat ini? jawabannya tidak,” kata dia dalam video converence di Jakarta, Kamis (4/6).

Dia mengatakan, alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun tersebut juga tidak bisa disamakan dengan beberapa ratus triliun seperti dibeberapa pos-pos lainnya. Mengingat ini berkaitan dengan terhadap apa yang dibutuhkan oleh pemulihan kesehatan tersebut.

“Ini tentunya belum (semuanya) terpakai. Justru kalau memang kebutuhannya ada pemerintah pasti mengalokasikan ke sana saat ini justru masalah kita bukan kurang uang kalau masalah kesehatan ini masalahnya adalah barangnya ada apa tidak alat tes nya ada atau tidak,” kata dia.

Pihaknya pun mengaku siap menambah anggaran di sektor kesehatan jika memang apa yang dibutuhkan di dalamnya ternyata lebih banyak.

“Kalau di butuhkan pembelian lebih banyak pemerintah siap untuk mengalokasikan. Kita ingin pemerintah, Kementerian Keuangan sebagai Bendahara Negara tetap support sebesar apa kebutuhannya karena itu prioritas utama kita sampai masalah kesehatan yang belum tertangani dengan sempurna sampai selesai,” tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan total anggaran di dalam desain Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai sebesar Rp 677,2 triliun. Adapun anggaran ini digunakan dalam rangka menanggulangi dampak kebelanjutan corona virus disease 2019 (Covid-19) terhadap perekonomian dalam negeri.

Dia merincikan di bidang kesehatan pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp87,55 triliun. Termasuk di dalamnya adalah untuk belanja penanganan Covid-19, tenaga medis, santunan kematian, bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional, untuk pembiayaan gugus tugas dan insentif perpajakan di bidang kesehatan.

Kemudian untuk perlindungan sosial pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 203,9 triliun untuk program PKH, sembako, bansos untuk non Jabodetabek dan Jabodetabek, kartu pra kerja, diskon listrik, logistik untuk sembako, serta BLT dana desa.

Selain itu, dukungan kepada UMKM di dalam APBN Pemerintah menganggarkan sekitar Rp 123,46 triliun. Alokasi ini digunakan pemerintah untuk memberikan subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi dan mendukung modal kerja bagi UMKM yang pinjamannya sampai dengan Rp 10 miliar serta belanja untuk penjaminan terhadap kredit modal kerja darurat.

Untuk insentif dunia usaha, pemerintah juga melakukan relaksasi di bidang perpajakan dan stimulus lainnya mencapai Rp 120,61 triliun. Itu diberikan agar mereka mampu bertahan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sementara untuk bidang pembiayaan dan korporasi, termasuk di dalamnya adalah penyertaan modal negara, penalangan untuk kredit modal kerja darurat untuk UMKM padat karya, serta belanja untuk padat premi risiko bagi kredit modal kerja bagi industri padat karya yang pinjamannya di atas Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun, termasuk penjaminan untuk beberapa BUMN dana talangan sebesar Rp 44,57 triliun.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Industri Hasil Pengolahan Tembakau Butuh Kepastian Regulasi

KONTAK PERKASA FUTURES

Uang Beredar di Masyarakat Capai Rp 6.238 Triliun hingga April 2020

PT KONTAK PERKASA – Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2020. Posisi M2 April 2020 tercatat Rp6.238,3 triliun atau tumbuh 8,6 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

Dikutip dari laporan Bank Indonesia, Rabu (3/6/2020), M1 tumbuh melambat dari 15,4 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,4 persen (yoy) pada April 2020 disebabkan oleh perlambatan giro rupiah.

Selain itu, uang kuasi pada April 2020 tumbuh melambat, dari 10,8 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,5 persen (yoy). Perlambatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 44,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 20,6 persen (yoy) pada April 2020.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada April 2020 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat melambat, dari 14,5 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 1,7 persen (yoy). Penyaluran kredit juga mengalami perlambatan pada April 2020, dari 7,2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 4,9 persen (yoy).

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada April 2020 tumbuh sebesar 15,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 13,9 persen (yoy), sehingga menahan perlambatan uang beredar.

BACA JUGA : Jokowi Minta Pertumbuhan Ekonomi Jangan Sampai Minus

PT KONTAK PERKASA

Singapura Berencana Kembali Buka 80 Persen Kegiatan Ekonomi di Juni

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Singapura berencana menjalankan kembali sebagian besar kegiatan ekonominya pada Juni ini. Negara ini memberlakukan pembatasan sejak awal April untuk mencegah penyebaran Virus Corona sementara waktu, dengan menutup sekolah dan menerapkan kerja dari rumah.

Rencananya, Singapura akan mengatur langkah-langkah pelonggaran dalam tiga fase, mulai Selasa ini. “Pada fase satu, kita akan membuat 80 persen ekonomi semua kembali ke jalurnya. Kemudian sektor terakhir yang tersisa adalah ritel dan F&B (makanan dan minuman), yang kami harap akan dibuka kembali pada akhir Juni,” kata Menteri Perdagangan Chan Chun Sing, seperti melansir laman CNBC, Selasa (2/6/2020).

Singapura merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus Virus Corona terbanyak di Asia, dengan lebih dari 34.800 orang terinfeksi sejauh ini, menurut data Johns Hopkins University.

Sebagian besar kasus dikaitkan dengan kluster infeksi asrama yang menampung pekerja asing yang melakukan pekerjaan konstruksi.

Dilaporkan, beberapa orang akan diizinkan untuk kembali bekerja pada fase pertama. Meskipun pebisnis masih didorong untuk tetap mempekerjakan pekerjanya dari rumah bila memungkinkan. Sekolah juga akan dibuka kembali meskipun siswa akan tetap belajar dari rumah beberapa hari.

Chan mengatakan jika pemerintah telah bekerja dengan perusahaan dan pekerja untuk menerapkan langkah-langkah yang diperlukan di lingkungan kerja, transportasi dan pengaturan jarak sosial.

Singapura akan memantau dampak pembukaan aktivitas pada fase pertama. Jika tingkat infeksi di masyarakat tetap rendah selama minggu-minggu berikutnya, maka fase kedua akan kembali dijalankan.

Chan mengaku penularan virus di masyarakat dalam kondisi stabil dalam beberapa pekan terakhir. Namun akan membutuhkan waktu lebih lama bagi Singapura untuk membersihkan asrama pekerja dan mengidentifikasi semua kasus, termasuk yang tanpa gejala.

Singapura merupakan salah satu negara paling awal di luar China yang melaporkan kasus infeksi. Chan mengatakan, negaranya harus melampaui standar ukuran dan kebersihan di asrama-asrama pekerja migran, di mana pemerintah terus mengevaluasi situasi yang ada.

“Lingkungan kerja, pencampuran kegiaatan sosial di luar jam kerja juga perlu diperhatikan untuk memastikan kembali masyarakat bisa bekerja dengan aman,” tambah dia.

BACA JUGA : Rupiah Menguat Imbas Kerusuhan di AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Hati-Hati, Wallpaper Ini Bisa Bikin Smartphone Android Crash dan Tak Mau Menyala

KONTAK PERKASA FUTURES – Hati-hati, sebuah wallpaper bisa membuat sejumlah smartphone Androidtertentu mengalami soft brick dan crash.

Soft brick dalam istilah Android adalah kondisi ketika smartphone mengalami kegagalanbooting, namun masih bisa diatasi.

Smartphone yang soft brick biasanya memiliki ciri-ciri mau hidup tetapi hanya menampilkan tulisan merek. Selanjutnya, beberapa detik kemudian smartphone mati atau crash terus menerus.

Kembali ke masalah wallpaper, mengutip Android Authority, Senin (1/6/2020), masalah ini awalnya ditemukan oleh pengamat dan leaker perangkat Univerce Ice.

Ia pun mengumumkan via Twitter dan informasi ini dikonfirmasi oleh para pengguna Androidlainnya.

Rupanya yang bikin masalah adalah pemasangan wallpaper dengan gambar pemandangan seperti gambar di atas.

Begitu gambar dipasang sebagai wallpapersmartphone mengalami soft brick, terutama sejumlah smartphone Samsung dan Google. Kendati demikian, smartphone dari merek lain juga ada yang mengalami dampaknya.

Android Authority mencoba memasang wallpaper tersebut di sejumlah smartphone, antara lain Mate 20 Pro dan Google Pixel 2. Pada Mate 20 Pro, tidak ada masalah apapun setelah pemasangan wallpaper.

Namun, ketika dipasang di Google Pixel 2, smartphone tiba-tiba mengalami crash dan seketikareboot, namun layarnya malah mati dan nyala berulang kali sehingga smartphone sulit untuk dinyalakan.

Proses restart perangkat dalam kondisi safe mode (memencet dan tahan tombol volume bawah selama proses boot-up) juga tak bisa menyelesaikan masalah.

Penyelesaiannya adalah pengguna melakukan reset factory pada perangkat atau kembali ke pengaturan awal. Sayangnya, reset factory membuat perangkat kehilangan seluruh data-datanya.

Oleh karenanya, pengguna perangkat Android disarankan untuk tidak mengunduh dan memasang wallpaper itu.

Tak dijelaskan kenapa pemasangan wallpaper tersebut bisa membuat smartphone Android bermasalah. Namun, para pemerhati Android berpendapat bahwa mungkin saja gambar tersebut bertentangan dengan masalah mendasar pada OS Android.

Ada kemungkinan juga, wallpaper ini sengaja dibuat untuk memanfaatkan kerentanan yang ada.

Sebelumnya, masalah serupa pernah dilaporkan kepada Google pada 2018. Saat itu pada pengembang Google menyebut, mereka tidak dapat mereproduksi masalah kemudian menutupnya.

Sementara, sejumlah pengguna Reddit dan Twitter menyebut, masalah ini terjadi karena profil warna pada gambar yang melampaui batas yang dapat ditangani Android sehingga menyebabkan smartphone crash.

Berdasarkan laporan pengguna, perangkat dari Google, Samsung, OnePlus, Nokia, hingga Xiaomi terpengaruh meski tidak semua model.

(Tin/Ysl)

BACA JUGA : Menonton Konten Panjang di YouTube Lebih Mudah Berkat Video Chapters

KONTAK PERKASA FUTURES

Efek Corona, Pasar Baja Nasional Anjlok 50 Persen

PT KONTAK PERKASA –  PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memprediksi kinerja perusahaan akan menemui tantangan berat di triwulan II 2020. Menyusul pelemahan pasar baja hingga 50 persen sebagai dampak dari ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Corona atau Covid-19.

“Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Hal ini jika berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim melalui siaran pers, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya pandemi ini cukup berdampak buruk bagi kelangsungan bisnis industri baja di Tanah Air. Namun, Krakatau Steel sebagai BUMN strategis dengan dukungan pemerintah berusaha untuk menjaga industri hilir dan industri pengguna agar tetap beroperasi.

Apalagi, industri baja merupakan ‘Mother of Industries‘ memiliki multiplier effect yang sangat luas. Antara lain dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Namun, jika pandemi terus berlarut-larut dan Krakatau Steel tidak melakukan langkah antisipasi, dipastikan industri hilir dan industri pengguna akan menutup lini produksinya. Hal ini diakibatkan oleh rendahnya tingkat utilisasi.

Karakteristik industri sendiri, dijelaskan Silmy, memerlukan waktu untuk melakukan proses start-up produksi dan kondisi tersebut akan menimbulkan celah masuknya produk impor yang dapat menimbulkan defisit neraca perdagangan nasional.

Apabila industri sempat mati, maka akan sulit untuk dihidupkan kembali karena dibutuhkan usaha ekstra dan bisa memakan waktu lama serta biaya lebih besar untuk memulihkannya.

“Kita berharap kondisi perekonomian di triwulan III dan triwulan IV akan membaik. Sehingga Krakatau Steel dapat kembali meraih keuntungan seperti halnya di triwulan I 2020 dan tahun ini Krakatau Steeldapat membukukan laba seperti yang direncanakan pasca selesainya restrukturisasi Krakatau Steel,” pungkasnya.

Merdeka.com

BACA JUGA : Cegah Pencucian Uang, PPATK Gandeng Intelijen Keuangan Australia

PT KONTAK PERKASA

Pertamina Berhasil Jalankan Survei Seismik Laut 2D Sepanjang 23 Ribu Km

KONTAK PERKASA FUTURES – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang telah berhasil melakukan Survei Seismik Laut Regional 2D di wilayah terbuka sepanjang 23.063 km atau 77 persen dari target 30.000 km. Survei seismik terbesar di Asia Pasifik dan Australia dalam 10 tahun terakhir ini diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru serta menjadi giant discovery bagi Indonesia.

Capaian tersebut disampaikan Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat Management Walkthrough (MWT) secara virtual di kapal Elsa Regent.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan, Indonesia memiliki 128 cekungan dan hanya 21 cekungan yang sudah diproduksi serta 38 cekungan yang masih dieksplorasi. Sisanya, ada lebih dari 70 cekungan yang masih belum disentuh untuk menjadi potensi cadangan migas Indonesia.

“Survei seismik ini, bagi SKK Migas, memiliki makna yang sangat penting dalam mendorong pencapaian target pemenuhan produksi migas nasional,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, SKK Migas mengapresiasi penuh Pertamina Group, dalam hal ini PHE dan Elnusa, yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Dwi menilai, Elnusa, anak usaha Pertamina selaku operator kapal telah mempelopori survei ini dengan baik dan sesuai standar K3LL yang tinggi, tetapi dengan biaya yang optimal dan bersaing.

“Survei ini sangat membanggakan karena merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara dan dilaksanakan oleh putra putri Indonesia,” imbuh Dwi.

Dwi berharap agar prestasi ini dapat diteruskan dan ditularkan ke Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya.

Dwi menambahkan, saat ini SKK Migas sudah mengembangkan IOC (Integrated Operation Center) yang bisa memberikan manfaat nilai tambah kepada KKKS. SKK Migas mengharapkan semua KKKS proaktif mengintegrasikan semua kegiatannya dalam IOC ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu menyatakan, di tengah wabah Corona, kegiatan survei seismik tetap berjalan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Kegiatan survei ini ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2020.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM dan SKK Migas yang telah mendukung penuh upaya Pertamina dalam kegiatan survei seismik terbesar untuk mendukung pencapaian produksi minyak 1 juta barel per hari untuk memperkuat kedaulatan energi nasional,” ujar Dharmawan.

Dharmawan menambahkan, di tengah tantangan pandemi, Pertamina optimis pekerjaan survei akan selesai sesuai target. Pertamina telah memenuhi persyaratan perizinan terutama izin lingkungan di seluruh wilayah yang dilalui, dari perairan Bangka di wilayah barat Indonesia hingga perairan Papua di wilayah timur Indonesia .

“Proses survei berjalan lancar dengan peralatan teknologi terkini sehingga bisa menghasilkan data cekungan yang memadai guna menggairahkan investasi eksplorasi migas Indonesia. Beberapa kendala teknis di lapangan telah berhasil diatasi dengan baik,” imbuh Dharmawan.

Menurut Dharmawan, kegiatan survei seismik telah dimulai pada November 2019 dan merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang di wilayah terbuka dengan investasi sebesar USD30 juta. Secara kumulatif, investasi KKP Jambi Merang hingga tahun 2024 adalah sebesar USD239,3 juta untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

Survei seismik ini, lanjut Dharmawan, dapat terlaksana dengan baik setelah SKK Migas memberikan kepercayaan kepada Pertamina melalui PHE untuk meneruskan pengelolaan wilayah kerja (WK) Jambi Merang sejak 10 Februari 2019 hingga 20 tahun mendatang. SKK Migas dan PHE juga telah melakukan penandatanganan Komitmen Kerja Pasti Jambi Merang dengan skema kontrak kerja sama gross split dan ditindaklanjuti dengan melakukan survei seismik 2D terbesar di perairan Indonesia.

“Kami berharap dengan dukungan SKK Migas, Pertamina Upstream dapat terus menjaga peran utamanya dalam pengelolaan industri hulu migas nasional. Kegiatan survei ini diharapkan bisa menggairahkan iklim investasi hulu migas di tengah tantangan yang sedang kita hadapi saat ini,” pungkas Dharmawan.

BACA JUGA : Dibuka Melemah, Rupiah Masih Berpeluang Menguat Hari Ini

KONTAK PERKASA FUTURES