Kemenhan Larang Pegawai Gunakan Zoom untuk Teleconference

PT KONTAK PERKASA FUTURES

 Kementerian Pertahanan melarang seluruh pegawai menggunakan aplikasi Zoom untuk teleconference. Larangan tertuang dalam Surat Edaran Nomor SE/57/IV/2020 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jendral Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Agus Setiadji pada 21 April 2020.

“Betul (surat Edaran tersebut),” kata Staf Khusus Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Liputan6.com, Kamis (23/4/2020).

Adapun yang menjadi pertimbangan antara lain, tidak ada jaminan keamanan data dari pihak penyedia aplikasi Zoom disebabkan aplikasi bersifat terbuka. Adanya duplikasi traffic yang dilaporkan oleh pihak penyedian aplikasi zoom ke server yang berada di negara lain, mengakibatkan data pembicaraan dapat dimonitor oleh pihak yang tidak berkepentingan.

“Hasil analisa dan riset dalam beberapa kasus penggunaan aplikasi Zoom telah dilaporkan kebocoran data. Dan telah diakui oleh pihak Zoom bahwa tersebut memang belum dapat diantisipasi secara cepat,” tulis surat tersebut.

Kapusdatin Kemhan diminta menyiapkan dukungan video teleconference yang aman dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam komunikasi jajaran pimpinan. Juga meminta agar satuan kerja Kemhan berkoordinasi dengan Pusdatin Kemhan berkaitan dengan video teleconference tanpa menggunakan aplikasi Zoom.

BACA JUGA : Meski Terkoreksi, Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Cegah PHK Massal, Jokowi Minta Sektor Riil Diselamatkan dari Hantaman Corona

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya mitigasi dampak virus corona (Covid-19) terhadap sektor riil. Jokowi menilai bahwa sektor riil merupakan sektor yang paling terpukul dengan kehadiran pandemi virus corona.

Untuk itu, dia meminta jajaran menterinya untuk melakukan mitigasi terhadap sektor riil yang terkena imbas virus corona. Mitigasi tersebut diharapkan dapat membuat sektor riil bertahan dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan.

“Oleh sebab itu, perlu penyelamatan, perlu stimulus ekonomi yang menyentuh sektor yang paling terdampak. Karena sektor riil ini menyerap banyak tenaga kerja dan kita harapkan mereka mampu bertahan dan tidak PHK,” jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Rabu (22/4/2020).

Meski begitu, dia tetap meminta adanya assesment kepada seluruh sektor riil yang terdampak pandemi corona. Jokowi meminta agar assesment ini dilakukan dengan cermat mana sektor riil yang paling berat terkena imbas.

“Tolong dipisah sektor yang paling parah, yang dampak sedang, dan bertahan justru bisa ambil peluang,” katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa pelaku usaha yang dibanti bukan hanya yang menengah dan kecil saja. Namun, pelaku usaha mikro pun perlu dibantu.

“Ini penting sekali. Karena kemarin kita bicara usaha kecil dan menengah. Saya kira tiga ini menjadi sangat penting. Usaha mikro, usaha kecil, plus usaha menengah. Sehingga stimulus ekonomi harus menjangkau sektor-sektor ini,” ujar Jokowi.

Menurut dia, skema stimulus ini harus terbuka, transparan, dan terukur. Jokowi minta para menteri memverifikasi secara detail sektor apa yang paling efektif mendapatkan stimulus ekonomi.

“Sektor apa mendapatkan stimulus apa dan bisa menyelamatkan tenaga kerja berapa semua dihitung. Saya minta diverifikasi detail, dievaluasi secara berkala, sehingga efektivitas stimulus ekonomi betul-betul bisa dirasakan sektor riil,” tuturnya.

BACA JUGA : Anjloknya Harga Minyak Bikin Rupiah Melemah

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Minyak Minus, Saatnya Indonesia Impor Sebanyak-banyaknya

PT KONTAK PERKASA – Pengamat energi dari Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, penurunan harga minyak dan gas, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menjadi negatif USD 37,63 per barel, hanya sementara.

“Saya kira penurunan sampai ke titik minus hanya sementara di karenakan para trader sedang menghabiskan stok untuk kontrak bulan Mei mengingat ini ada minggu terakhir. Pagi ini saya sudah melihat sudah ke arah positif kembali,” kata Mamit kepada liputan6.com, Selasa (21/4/2020).

Lanjutnya, yang terjerembab itu harga WTI, sedangkan harga acuan Indonesia adalah Brent masih berada di level USD 26 per barel. Dengan begitu anjloknya harga minyak dunia, menurutnya ini merupakan kesempatan Indonesia untuk melakukan impor minyak sebanyak mungkin, karena jika memproduksi sendiri dengan kilang Indonesia biayanya akan lebih tinggi.

“Mengingat kilang-kilang kita cukup kompleks dan sudah berusia tua. Apa yang dilakukan Pertamina dengan meng-shutdown beberapa kilang mereka saya kira merupakan langkah efisiensi yang dilakukan oleh Pertamina,” jelasnya.

Selain itu, implikasinya ia memperkirakan bulan depan akan ada penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama BBM Umum mengingat sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 62/2020 bahwa badan usaha melakukan evaluasi harga dari tanggal 25, 2 bulan sebelummya sampai tanggal 24 bulan berjalan.

Maka dengan demikian harusnya awal Mei akan ada penurunan harga. Untuk BBM Premium karena ini penugasan, ia mengatakan belum bisa memastikan meskipun dalam KepMen ESDM 62/2019 di atur bahwa perubahan harga dimulai tanggal 25 sampai tanggal 24 bulan sebelumnya karena ini sampai ke kementrian Koordinator Bidang Perekonomian yang memutuskannya.

“Saya kira memang akan tidak signifikan karena saat ini penggunaan BBM saja turun 30 persen. Masyarakat juga banyak WFH dan industri juga masih banyak yang belum berjalan secara normal. Tapi karena desakan masyarakat, saya kira pemerintah pasti akan menurunkan harga BBM terutama untuk BBM Umum. Setidaknya masyarakat bisa terbantu dengan penurunan tersebut,” jelasnya.

Sementara, untuk tarif listrik ia perkirakan merupakan berkah bagi PLN karena dalam menentukan BPP mereka ada salah satu komponennya ICP.

“Dengan rendahnya harga minyak,saya pastikan ICP kita bulan April akan lebih rendah dari bulan Maret,bahkan mungkin ICP April kita bisa di bawah USD 30 per barelnya. Tinggal nanti PLN berhitung kembali apakah mereka dalam posisi untung atau tetap merugi karena tarif listrik sudah cukup lama tidak naik. Disisi lain, mata uang kita terus melemah dah ini menanjadi beban yang besar bagi PLN,” ujarnya.

Selain itu,dengan rendahnya harga minyak ini secara pendapatan negara akan sangat berpengaruh mengingat migas adalah penyumbang terbesar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan semakin turunnya harga,maka bisa dipastikan akan turun juga.

Selanjutnya, untuk sektor Hulu ia perkirakan ini yang paling terdampak. Kegiatan hulu migas Indonesia banyak yang akan terhenti mengingat rendahnya harga. Target lifting migas nasional juga tidak akan tercapai.

“Kegiatan explorasi akan terganggu sehingga cadangan migas kita tidak akan bertambah,” pungkasnya.

BACA JUGA : Investor Asing Lepas Saham, IHSG Dibuka Melemah ke 4.534,59

PT KONTAK PERKASA

Ditengah Corona, Investasi ke Indonesia Triwulan I 2020 Naik 8 Persen

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan adanya pertumbuhan investasi di Indonesia pada triwulan I 2020 di tengah hantaman virus corona (Covid-19). Investasi pada masa tersebut naik 8 persen dibanding periode sama pada 2019, yakni sebesar Rp 195,3 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, investasi pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp 210,7 triliun, lebih besar dibandingkan triwulan I 2019 yang Rp 195,3 triliun.

Kenaikan itu ditopang oleh realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan I 2020 yang sekitar Rp 112,7 triliun, atau naik 29,3 persen secara year on year (yoy).

Dia pun memprediksi PMDN akan terus bantu menyelamatkan investasi hingga triwulan berikutnya meskipun Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami penurunan.

“Kalau lihat rujukan triwulan pertama, bisa kita lihat tren investasi di triwulan II menurun. PMA menurun, tapi belum tentu PMDN turun,” ujar dia dalam siaran pers online, Senin (20/4/2020).

Sebagai catatan, realisasi PMA pada triwulan I 2020 ini turun 9,2 persen dibandingkan triwulan I 2019 sebesar Rp 107,9 triliun, yakni menjadi Rp 98 triliun.

Bahlil menambahkan, kenaikan realisasi investasi tersebut turut ditopang oleh 25.192 proyek investasi dari berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga sektor industri.

“Pertumbuhannya di sektor apa saja? Transportasi gudang dan telekomunikasi termasuk jalan tol masuk ke sini. Industri logam dasar, transformasi ekonomi, bagaimana meningkatkan nilai tambah hilirisasi, listrik dan gas, dan lain-lain,” tuturnya.

BACA JUGA : Pertamina Kucurkan Rp 250 Miliar Bantu Tangani Pandemi Virus Corona

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sri Mulyani Gambarkan Kondisi Ekonomi Indonesia yang Terimbas Virus Corona

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menggambarkan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda tanah air terhadap ekonomi Indonesia. Mulai dari keterpurukan sektor perhotelan, penerbangan hingga terjadi pengurangan pekerja baik di sektor formal maupun informal. “Penerbangan di 15 bandara dibatalkan, angka turis menurun dari 6.800 per hari, Rp 270 miliar kehilangan pendapatan di sektor layanan udara, dengan sekitar Rp 48 miliar kehilangan yang disebabkan oleh penerbangan dari dan ke Tiongkok,” ujar dia melalui video conference yang membahas APBN KiTa, Jumat (17/4/2020).

Sri Mulyani, menyebut hotel dan restoran merupakan sektor yang terkena sangat langsung dan pertama kali dari pandemi. Sektor ini mengalami setidaknya 50 persen penurunan okupansi. “Di berapa tempat bahkan bisa mencapai hampir 90 persen dari 6.000 hotel di Indonesia, dan Menperkraf juga memperkirakan potensi kehilangan devisa yang merupakan salah satu penyumbang devisa yang signifikan di Indonesia,” jelas dia.

Sementara, jumlah pekerja yang dirumahkan, terutama dari bulan April mencapai 1,24 juta pekerja dari sektor formal. Di sektor informal, mencapai sekitar 265 ribu pekerja informal, dan masih akan terus diperbarui. Selain itu, impor Indonesia turun 3,7 persen pada kuartal I 2020. “Di sisi lain, inflasi masih tetap terjaga di bawah 3 persen,” imbuhnya.  Dia mengatakan saat ini, jumlah kasus covid-19 di Indonesia mencapai 5.516 kasus per 16 April kemarin dan masih berkonsentrasi mayoritas di DKI Jakarta, Jawa Barat Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta Banten. Jika dilihat dari persebarannya, Pulau Jawa menjadi tempat terbesar dari penularan virus tersebut. Selama ini dikatakan jika Pulau Jawa menjadi wilayah yang memberikan kontribusi sangat besar dalam perekonomian Indonesia, lebih dari 57 persen. Kondisi wilayah ini akan memberikan pengaruh besar dari sisi prospek ekonomi dan kegiatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : Lockdown Bikin Harga Kopi Dunia Melambung

PT KONTAK PERKASA FUTURES

5 Strategi Pertamina Hadapi Virus Corona

PT KONTAK PERKASA –  PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan lima strategi umum bisnis bagi perusahaan, dalam mengahadapi wabah virus corona.

“Yang pertama tentu adalah pertamina tetap akan memberikan komitmen menjamin dan mengoptimalkan produksi migas dan BBM,” kata Direktur utama PT Pertamina Nicke Widyawati, dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR, Kamis (16/4/2020).

Dalam menjamin ketersediaan migas dan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM), pihaknya menyiapkan dua insiatif yakni, bisnis hulu dan bisnis pengolahan.

Untuk bisnis hulu meliputi, menahan laju penurunan alami produksi crude dengan menerapkan teknologi terkini, menetapkan melakuka eksplorasi namun secara selektif, melaksanakan improved oil recovery (IOR), dan akuisisi asset atau cadangan migas maupun perusahaan migas (corporate acquisition).

Sedangkan untuk inisiatif bisnis pengolahan, meliputi menurunkan kapsitas opersi kilang sampai dengan turn down ratio, mengoptimalkan mengolah crude-crude murah yang ada di pasar dunia saat ini dengan tetap menjaga yield yang optimal, lalu melakukan efisiensi energi dengan mengkonversi fuel dengan external gas dan penggunaan listrik PLN, dan memanfaatkan slowdown produksi dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan kilang.

Lanjut Nicke, strategi kedua yakni menjaga tingkat produksi dan menjaga supply BBM. Dengan menjamin ketersediaan melalui term contract dari domestic source (minyak mentah dan LPG) dan credible term supplier (NOC,IOC, Big Producer). Serta memanfaatkan crude impor dengan harga landed lebih murah untuk menurunkan Harga pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS) Pertamina.

Kemudian yang ketiga, melanjutkan proyek-proyek strategis dan menunda proyek non kritikal. Dengan terus melanjutkan pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) untuk ketahanan dan kemandirian energi.

“Melanjutkan pengembangan bisnis dan pembangunan Petrochemical untuk menurunkan Import, dan juga meningkatkan pengembangan industri dalam negeri melalui peneingkatan penggunaan TKDN peralatan-peralatan kilang dan petrokimia,” ujarnya.

Serta menyiapkan lapangan pekerjaan kepada masyarakat melalui pekerjaan proyek, diantaranya pekerjaan Eraly Work yang sedang berjalan di Balikpapan, Tuban, dan Cilacap.

Strategi yang keempat, yakni menjamin pelayanan konsumen dan masyarakat, yang di dalamnya memberikan jaminan kesehatan bagi petugas SPBU/SPPBE/Awak MT/Petugas Lapangan, pengaturan terhadap volume penjualan, memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa lokasi layanan Pertamina steril dari virus covid-19 dengan penyemprotan desinfektan pada semua titik layanan.

“Berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk memastikan semua titik layanan tetap beroperasi, memaksimalkan kapasitas stirage di SPBU, dan tambahan diskon produk JBU. Juga kolaborasi dengan Ojol untuk layanan PDS 135 sekaligus memberikan bantuan transportasi bagi rider ojol dan petugas pendamping keluarga harapan kemensos Rp 50 ribu per orang,” jelasnya.

Demikian, strategi yang kelima yakni menjaga kesehatan financial khususnya terkait dengan ketersediaan modal kerja.

“Dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan, melakukan pemotongan 23 persen CAPEX, dan 30 persen OPEX, akan memberikan relaksasi pada arus  kas perusahaan,”pungkasnya.

BACA JUGA : Sri Mulyani Pastikan THR PNS Cair, Ini Besarannya

PT KONTAK PERKASA

Meski Ada Corona, Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 740 Juta di Maret 2020

KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus sebesar USD 740 juta. Surplus ini lebih rendah dibandingkan periode bulan sebelumnya Februari yang tercatat sebesar USD 2,34 miliar.

Kepala BPS, Suharyanto, menyatakan surplus ini terjadi dikarenakan posisi ekspor Indonesia pada Februari 2020 alami kenaikan. Sementara kenaikan impor juga terjadi namun tidak begitu besar di Maret 2020.

Di mana nilai ekspor pada Maret 2020 tercatat sebesar USD 14,09 miliar atau naik 0,23 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan, impor tercatat sebesar USD 13,35 miliar atau naik 15,60 persen dari Februari 2020.

“Selama Maret 2020 kita masih alamai surplus USD 740 juta. Ini berita menggembirakan di tengah situasi seperti ini. Kita akan lihat kondisi bulan selanjutnya di April,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/4).

Jika dirinci surplus neraca perdagangan Indonesia menurut negara, Amerika Serikat menjadi terbesar yakni mencapai USD 3,0 miliar. Posisi ini meningkat dari periode sama tahun sebelumnya yakni hanya USD 2,2 miliar.

Surplus lainnya terjadi di negara-negara tujuan lain seperti India dan Belanda masing-masing USD 1,9 miliar dan USD 535 juta.

Sementara itu, defisit terbesar neraca perdagangan Indonesia terjadi di China yakni minus USD 2,9 miliar. Namun posisi ini masih cukup baik dibandingkan periode sama tahun lalu tercatat defisit sebesar USD 5,1 miliar.

Defisit lain juga terjadi dinegara ekspor tujuan lain seperti Australia dan Thailand yang masing-masing alami defisit sebesar minus USD 562 juta dan minus USD 892 juta.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Ada Corona, Impor dari China ke Indonesia Tetap Tinggi

KONTAK PERKASA FUTURES

Presiden, Menteri hingga Anggota DPR Dipastikan Tak Dapat THR Tahun Ini

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa presiden, wakil presiden, bersama dengan para menteri tidak akan mendapatkan tunjangan hari raya (THR) di tahun ini. Keputusan ini juga berlaku bagi anggota DPR dan DPD.

“Untuk presiden, wapres, menteri, (anggota) DPR DPD, tidak dapat THR dengan keputusan tersebut,” kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, (14/4).

Kendati begitu, THR bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI serta Polri akan tetap diberikan. THR akan diberikan bagi ASN golongan I, II, dan III atau pejabat negara lainnya yang setara.

“Sesuai instruksi presiden, THR seluruh pejabat negara, eselon I dan II tidak dibayarkan. Namun seluruh ASN, TNI, POLRI dan lain-lain untuk eselon III ke bawah atau pejabat negara setara eselon III ke bawah tetap dibayar,” jelas dia.

Bendahara Negara ini menambahkan, nantinya THR akan disesuaikan dengan gaji pokok dan tunjangan, tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin). Sementara bagi para pensiunan tetap mendapatkan THR sebagaimana tahun lalu.

“Seluruh pelaksana eselon III ke bawah mendapat THR dari gaji pokok dan tunjangan melekat, tidak dari tukinnya. Pensiunan juga tetap sesuai tahun lalu karena mereka kelompok yang mungkin tertekan juga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah memang sebelumnya tengah pertimbangan THR dan gaji ke-13 sebagai respon apa yang terjadi akibat covid-19 tahun ini. Hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo terkait dengan THR bagi para pejabat.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Atasi Dampak Covid-19, Antam Tunda Angsuran Mitra UKM Hingga 1 Tahun

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Saham di Asia Tergelincir Seiring Kesepakatan Pemangkasan Produksi Minyak

PT KONTAK PERKASA – Sejumlah saham di Asia diperdagangkan turun pada Senin pagi. Hal ini seiring dengan kesepakatan negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC untuk melakukan pemangkasan produksinya.

Melansir dari laman CNBC, Senin (13/4/2020), di Jepang, Nikkei 225 tergelincir 1,04 persen pada awal perdagangan sementara, indeks Topix turun 0,94 persen. Kospi Korea Selatan juga turun 0,63 persen karena saham pembuat mobil Hyundai Motor turun sekitar 2 persen.

Pasar di Hong Kong dan Australia juga ditutup pada hari Senin dalam rangka Paskah.

Sementara itu, Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan negara mitra sepakat memangkas produksi global minyak mentah sekitar 10 persen. Ini setelah penurunan permintaan yang disebabkan oleh penguncian (lockdown) akibat wabah virus corona covid-19.

Harga minyak mentah Brent naik 2,32 persen menjadi USD 32,21 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 2,72 persen menjadi USD 23,38 per barel.

Langkah tersebut diambil setelah OPEC dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, menyelesaikan perjanjian untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari, dan menjadi pemangkasan output tunggal terbesar dalam sejarah.

Perkembangan seputar pandemi global coronavirus juga cenderung terus membebani sentimen investor.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins, saat ini telah ada lebih dari 1,8 juta kasus yang dikonfirmasi secara global. Sementara setidaknya ada 112.241 meninggal akibat virus ini. .

BACA JUGA : Diterpa Corona, Dunia Usaha Diprediksi Bangkit di Triwulan II 2020

PT KONTAK PERKASA

17 Ribu Relawan Gugus Tugas Covid-19 Dapat Premi Asuransi

PT KONTAK PERKASA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan premi asuransi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian BPJamsostek untuk 17 ribu relawan Gugus Tugas Covid-19.

Kepala Divisi Pendistribusian Baznas Ahmad Fikri mengatakan, profesi relawan dalam percepatan penanggulangan virus corona (Covid-19) merupakan pekerjaan yang cukup beresiko. Untuk itu pihaknya berinisiatif memberikan perlindungan bagi para relawan.

“Mereka yang terdaftar akan otomatis untuk mendapatkan asuransi ini. Dengan perlindungan asuransi, diharapkan para relawan tidak akan terbebani dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari ujung tombak penanganan Covid-19,” kata Fikri dalam pesan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta menyatakan, pihaknya memberikan dua program bantuan kepada para relawan yang terdata, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas dalam upaya membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan Covid-19. Baznas juga siap bersinergi dengan para relawan dalam menjalankan aksi pencegahan penyebaran Covid-19,” serunya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Gugus Tugas Andre Rahadian menyampaikan apresiasinya atas bantuan asuransi yang diberikan Baznas. Terlebih para relawan kini dilindungi oleh asuransi melalui BPJamsostek dimana preminya merupakan bantuan dari Baznas yang menyalurkan infak dari masyarakat Indonesia.

Bantuan infak biaya asuransi ini merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Baznas bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek).

“Selain melalui training, pemberian pelindung fisik pada saat ke lapangan seperti Alat Pelindung Diri (APD), kami sangat terbantu. Baznas dapat memfasilitasi kebutuhan asuransi yang sangat penting untuk relawan,” tuturnya.

BACA JUGA : Kucurkan Rp 405 Triliun, Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemberi Stimulus Terbesar di Asia

PT KONTAK PERKASA