Batal Terbitkan Pandemic Bond, Pemerintah Tugaskan BI Jadi Last Resort

KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah batal menerbitkan surat utang khusus untuk Corona (pandemic bond) yang pada awalnya ditujukan untuk menangani wabah pandemi Corona di Indonesia.

Seluruh penerbitan Surat Berharga Nasional (SBN) akan dilakukan secara keseluruhan baik melalui lelang, ritel maupun private placement baik dalam maupun luar negeri.

“Saat ini kita sepakati above the line, jadi kita tidak terbitkan pandemic bond,” Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam diskusi virtual, Jumat (6/5/2020).

Nantinya, Bank Indonesia (BI) akan ditugaskan menjadi pembeli last resort yang masuk ke dalam lelang seri biasa.

“Karena BI masuk ke pasar perdana sebagai the last resort, kita masuk lelang seri biasa bukan khusus pendemic bond dan bond khusus lainnya,” ujarnya.

Adapun, pembelian SBN tersebut nantinya akan dilakukan di pasar perdana, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia di akhir bulan April 2020 sebesar USD 127,9 miliar. Jumlah ini meningkat dari bulan Maret 2020 sebesar USD 121 miliar.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Dia mengungkapkan peningkatan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan utang luar negeri (global bond) pemerintah.

Sehingga total cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Selain itu jumlah cadangan devisa saat ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

BACA JUGA : Usai Libur Waisak, IHSG Dibuka Melemah ke 4.601,52

KONTAK PERKASA FUTURES

6 Perubahan yang Diperkirakan Terjadi di Dunia Penerbangan Usai Pandemi

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Berbagai penelitian perihal hidup setelah pandemi corona COVID-19 telah dilakukan di berbagai bidang. Mulai dari bisnis, kuliner, hingga pariwisata, semua mengantisipasi perubahan yang dilabeli sebagai the new normal.

Dunia penerbangan, salah satu sektor yang notabene harus menahan telak pukulan penyebaran virus corona baru, pun tak kebal dari kemungkinan berbagai standar baru untuk dapat meneruskan operasional.

Melansir laman Lonely Planet, Rabu, 6 Mei 2020, jurnalis dunia penerbangan, John Walton, mengungkap beberapa perubahan untuk diantisipasi, baik oleh pelaku bisnis maupun penumpang.

Harga

Dalam beberapa waktu, penumpang diperkirakan akan melihat harga-harga penerbangan yang turun jauh dari sebelumnya. Amerika Serikat dikatakan sebagai tempat di mana penurunan tarif drastis akan tampak paling jelas.

Tapi, saat tak lagi ada aturan non-esensial untuk terbang, harga tiket pesawat mungkin saja kembali sebagaimana 2019, namun masa itu memerlukan sekian bulan, bahkan tahun. Jumlah penerbangan juga dikatakan tak akan langsung senormal biasanya.

Penerbangan menggunakan pesawat-pesawat kecil dikatakan akan jadi alternatif yang banyak dipilih penumpang.

Mungkin Tak Ada Orang Duduk di Samping Anda

Salah satu upaya yang tetap bakal dilakukan maskapai usai pandemi adalah mempertahankan jarak aman antar individu dengan menghindari kursi di samping Anda terisi. Pasal, rasa aman adalah kunci untuk kembali menarik penumpang melakoni penerbangan udara.

Penerapan ini tentu tak berlaku dalam jangka panjang, mengingat kebijakan tersebut membuat maskapai hanya bisa menjual dua per tiga dari total jumlah kursi. Di tahap ini, mungkin saja ada penyesuaian harga yang diberikan.

Pemakaian Masker

Masker, bahkan non-medis, membantu melawan penyebaran corona COVID-19. Oleh karena itu, tetap memakainya, bahkan setelah pandemi, bakal dilakukan selama beberapa waktu, apalagi sekian banyak negara Asia memang punya kebiasaan memakai masker.

Penggunaannya akan menyambung kebijakan social distancing yang diberlakukan di kabin pesawat. Pun, sama halnya dengan hand sanitizer. Sebagaimana diketahui, cairan berukuran lebih dari 100 mililiter (ml) umumnya tak dibolehkan dibawa ke kabin.

Namun, Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat telah mulai membiarkan hand sanitizer berukuran lebih dari 300 ml masuk ke dalam kabin. Upaya menjaga higienitas ini juga disebut akan jadi bagian perubahan dunia penerbangan.

Bakal Ada Tes Bila Tunjukkan Gejala

Jangan harap bisa segera masuk pesawat bila penumpang menunjukkan gejala corona COVID-19, seperti demam, batuk, maupun sesak napas. Siap-siap untuk diminta melakukan tes bila menunjukkan gejala tersebut.

Beberapa bandar udara (bandara) memang punya waktu singkat untuk mengetahui hasil tes, tapi ada juga yang sampai 12, bahkan 24 jam.

Di sejumlah bandara, sebagaimana yang telah dilakukan di Narita dan Incheon, pelancong, terutama dari luar negeri, akan melakukan tes, biarpun tak menujukkan gejala. Dalam masa pemulihan, prosedur ini dikatakan akan terus bertahan hingga beberapa saat.

Pengadaan Dokumen Baru

Dokumen, seperti hasil tes COVID-19, diperkirakan akan diminta dalam beberapa penerbangan, terutama internasional dengan sekian banyak kali transit dan jarak jauh.

Di samping, catatan kesehatan penumpang dikatakan juga bakal jadi pelengkap dokumen untuk memberi izin pihak bersangkutan bisa melakoni penerbangan. Pemantauan kesehatan secara digital baru saja dilakukan warga Singapura.

Berekspektasi Hadapi Kondisi Tak Biasa

Kunci melakoni perjalanan setelah COVID-19 adalah dengan tetap mengetahui informasi baru perihal berbagai kelengkapan yang dibutuhkan, entah dari negara asal Anda maupun tujuan, bandar udara yang disinggahi, pun dengan maskapai pilihan.

Yang jelas, pelancong harus siap menghadapi kondisi tak biasa yang mungkin diadopsi dengan cara berbeda di banyak lini. Semuanya harus tetap dilakukan demi keamanan bersama.

BACA JUGA :

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Bos BI Akui Salah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2020

PT KONTAK PERKASA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 tumbuh 2,97 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia 4,4 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menurutkan, prediksi tersebut karena melihat dampak penyebaran Covid-19 yang baru akan terasa di bulan April 2020.

“Semula kami perkirakan pengaruhnya terasa di bulan April, Mei dan setengah Juni. Ini kemudian berkurang dan Agustus selesai (dampaknya),” kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Namun perkiraan itu meleset karena dampak ekonomi sudah mulai terasa sejak bulan Maret 2020. Hal ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menerapkan pembatasan sosial (sosial distancing), jaga jarak (physical distancing), bekerja dari rumah (work from home) dan terkini Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga memengaruhi permintaan konsumsi dan investasi.

“Kami kira di Maret belum kena (dampak) penanganan Covid-19 ke aktivitas ekonomi baik konsumsi dan investasi,” kata Perry.

Dalam kondisi ini bank sentral optimis pertumbuhan konsumsi masyarakat pada triwulan I 2020 masih bisa tumbuh 4,4 persen. Namun, dalam catatan BPS hasilnya lebih rendah dari perkiraan yakni hanya 2,8 persen.

Begitu juga dengan perkiraan pertumbuhan investasi. Bank Indonesia memperkirakan tetap bisa tumbuh 2,4 persen tetapi hasil pemantauan BPS hanya tumbuh 1,7 persen.

Untuk itu dia menyimpulkan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berakibat pada sejumlah sektor. Baik itu permintaan konsumsi masyarakat, investasi dunia usaha dan turunnya aktivitas ekspor dan impor.

Meski begitu, prediksi Bank Indonesia terhadap aktivitas ekspor dalam pantauan BPS lebih baik. Semula pihaknya memprediksi ekspor tumbuh -1,6 persen. Tetapi BPS merilis aktivitas ekspor tumbuh 0,24 persen.

“Ekspor 0,24 persen dari data BPS, kami perkirakan negatif 1,6 persen,” kata Perry.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA :Sentimen Pasar Beragam, Rupiah Bergerak Melemah

PT KONTAK PERKASA

Kementerian dan Lembaga Harus Tetap Produktif Meski Anggaran Dipangkas

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Banyak perubahan dalam pemerintahan akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda hampir tiga bulan terakhir. Salah satunya yakni refocusing anggaranyang akan berpengaruh pada poin-poin penilaian dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di tahun ini.

Evaluasi SAKIP 2020 akan menilai seperti apa strategi dan upaya instansi pemerintah untuk mempertahankan kinerjanya usai refocusing anggaran dilakukan.

Sekretaris Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Didid Noordiatmoko menyatakan, refocusing anggaran menuntut instansi pemerintah untuk mencetuskan jurus jitu agar kinerja dapat tercapai meski anggaran telah dipangkas.

Refocusing anggaran juga nanti yang akan ditanyakan saat evaluasi SAKIP, jadi kalau anggarandi-refocusing 50 persen bukan berarti kinerja kita menurun 50 persen, harus ada strategi baru. Mohon dicatat,” tegasnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Menurut dia, langkah refocusing anggaran baik di instansi pusat maupun daerah diambil untuk membantu penanganan Covid-19. Perubahan besar itu menuntut instansi bekerja maksimal dengan dana terbatas.

“Dulu kita tidak telalu hirau dengan anggaran. Sekarang saat anggaran di-refocusing kita jadi berpikir bagaimana dengan dana minim tapi kinerja tetap maksimal,” ungkap Didid.

Situasi yang dihadapi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS saat ini juga membawa kemajuan pada penerapan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sebelum adanya pandemi, masih banyak abdi negara maupun instansi pemerintah yang lebih suka mengerjakan sesuatu secara manual.

Tapi saat ini, Didid melanjutkan, ASN dipaksa menerapkan e-government dan mengaplikasikan teknologi informasi dengan baik. “Jadi sebenarnya menurut saya, kondisi ini juga bisa membawa perubahan yang positif, misalnya implementasi e-government kita jadi lebih baik,” imbuhnya.

Didid mengakui bahwa tidak ada satupun PNS yang siap menghadapi kondisi yang mendadak ini. Namun dibalik itu, Kementerian PANRB justru mencatat banyaknya inovasi serta terobosan yang lahir untuk melakukan perubahan agar ASN dan instansinya dapat bekerja maksimal.

Bahkan, sejumlah instansi menerapkan laporan kerja harian yang dilakukan secara online. Bagi Didid, langkah sederhana ini bisa menjadi cara efektif guna memantau kinerja ASN selama penugasan di rumah.

Dia memperingatkan, kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan selama pandemi tidak sepatutnya dijadikan alasan para PNS untuk tidak berkinerja. Justru dari dalam rumah, ia mengajak ASN harus bisa menyelesaikan tugasnya dengan efektif dan efisien.

“Selama Covid-19, proses kerja justru disederhanakan agar tugas-tugas dapat dengan segera diselesaikan dengan efektif,” pungkas Didid.

BACA JUGA : Menunggu Angka Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Melemah ke 15.115 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dihantam Corona, Wisman ke Indonesia Anjlok 470 Ribu Orang di Maret 2020

KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Maret 2020. Tercatat, jumlah wisman anjlok menjadi 470 ribu orang.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, anjloknya jumlah wisman yang bertandang ke Indonesia sudah dimulai sejak Februari 2020. Adapun dibanding bulan Februari 2020, angka kunjungan wisman turun 45,50 persen.

“Jadi sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi tentang pandemi Covid-19 [ada Maret 2020, penurunan wisman ini sudah terjadi sejak Februari 2020,” katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2020).

Terlebih, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (periode yang sama), jumlah wisman turun tajam sebesar 64,11 persen. Suhariyanto melanjutkan, jumlah kedatangan wisman per Maret 2020 ini sama dengan posisi jumlah kedatangan wisman tahun 2007 lalu.

Lalu berdasarkan pintu masuknya, tercatat 52 persen atau 243,8 ribu wisman masuk melalui jalur udara, 23 persen atau 107,4 ribu melalui jalur laut dan 25 persen atau 119,8 ribu wisman melalui jalur darat. Secara umum, pergerakan dari seluruh jalur turun drastis.

Suhariyanto menyatakan, penurunan jumlah wisman akibat pandemi Corona ini harus diwaspadai karena dapat menghantam sektor-sektor pendukungnya.

“Tentunya penurunan jumlah wisman ini sangat berdampak kepada sektor pendukungnya seperti perhotelan, pariwisata, transportasi. Dan ini harus diwaspadai,” ujarnya.

BACA JUGA : Deretan Subsidi Energi di Tengah Pandemi, dari Cashback BBM hingga Listrik Gratis

KONTAK PERKASA FUTURES

Wall Street Menguat Ditopang Lonjakan Pendapatan Facebook dkk

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham AS, Wall Street, menguat pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini dorong oleh lonjakan pendapatan sejumlah perusahaan teknologi seperti Facebook dan Microsoft.

Dikutip dari CNBC, Kamis (30/4/2020), Dow Jones Industrial Average naik 532,31 poin, atau 2,2 persen menjadi 24.633,86 selama sesi Rabu. Sementara S&P 500 naik 2,66 persen menjadi 2.939,51 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 3,57 persen lebih tinggi pada 8.914,71.

Ekuitas Facebook dan Microsoft naik pada perdagangan Rabu malam setelah masing-masing melaporkan angka pendapatan yang menjanjikan di tengah wabah virus corona.

Facebook melonjak lebih dari 10 persen dalam sesi semalam setelah melaporkan mundurnya pendapatan iklan yang signifikan pada Maret lalu akibat Covid-19. Namun terlihat penjualan stabil di tiga minggu pertama bulan April. Ini melaporkan pendapatan kuartal pertama per-saham USD 1,71 dan pendapatan USD 17,74 miliar.

Sedangkan Microsoft naik 3,1 persen setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan penjualan kuartal III sebesar 15 persen berkat pertumbuhan dalam bisnis cloud-nya.

Investor juga memantau perkembangan di Gilead Sciences setelah perusahaan biotek tersebut melaporkan hasil positif dari dua tes yang menunjukkan obat remdesivir bisa menjadi pengobatan Covid-19.

Para investor akan meneliti laporan terbaru Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran. Sebanyak 3,5 juta pekerja diperkirakan telah mengajukan tunjangan pekan lalu, yang akan membuat jumlah orang Amerika yang mencari tunjangan pengangguran selama enam minggu terakhir menjadi sekitar 30 juta.

Laporan klaim pengangguran sebelumnya dari Departemen Tenaga Kerja yang dirilis pada 23 April lalu menunjukkan jumlah orang Amerika yang telah mengajukan tunjangan asuransi pengangguran selama lima minggu sebelumnya sebesar 26,45 juta.

BACA JUGA : Investor Beli Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 4.636,52

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dipimpin Sektor Perkebunan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.539,32

PT KONTAK PERKASA –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Sebanyak 118 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan Rabu (29/4/2020) pukul 09.00 WIB, IHSG naik 9,77 poin atau 0,22 persen ke posisi 4.539,32. Adapun indeks saham LQ45 menguat 0,38 persen ke posisi 673,68. Seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.553,08 dan terendah 4.523,95.

Sebanyak 118 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 48 saham melemah dan 78 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 15.315 kali dengan volume perdagangan 231,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 259,2 miliar.

Investor asing jual bersih saham Rp 11,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.355.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona merah yaitu sektor aneka industri yang turun 0,77 persen dan sektor perdagangan yang melemah 0,23 persen.

Sementara sektor yang menguat antara lain sektor perkebunan yang melonjak 1,18 persen, disusul sektor industri dasar naik 0,89 persen dan sektor infrastruktur naik 0,90 persen.

Saham yang menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau antara lain INTD yang naik 34,44 persen ke Rp 242 per lembar saham, BOLA menguat 21,09 persen ke Rp 155 per lembar saham dan NZIA naik 20,97 persen ke Rp 150 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah yaitu DADA turun 6,94 persen ke Rp 268 per saham, PLIN turun 6,94 persen ke Rp 2.280 per saham dan POLL turun 6,86 persen ke Rp 4.750 per saham.

BACA JUGA : Harga Minyak Turun Menunggu Pemulihan Ekonomi Beberapa Negara

PT KONTAK PERKASA

Rupiah Melemah Tersengat Sentimen Eksternal

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Pelemahan ini lebih disebabkan oleh sentimen eksternal.

Mengutip Bloomberg, Selasa (28/4/2020), rupiah dibuka di angka 15.405 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 15.385 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 15.482 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 15.405 per dolar AS hingga 15.489 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 11,66 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 15.488 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 15.591 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terkoreksi di tengah silih bergantinya sentimen eksternal yang datang, baik sentimen positif maupun sentimen negatif.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen positif dan negatif masih datang bergantian karena kondisi ekonomi masih terpuruk. Sentimen tersebut mempengaruhi gerak rupiah.

“Hari ini pasar keuangan bisa mendapatkan sentimen positif dari penguatan Indeks Dow Jones semalam yang mengantisipasi rencana dibukanya lockdown di sebagian negara bagian di AS,” ujar Ariston dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Ariston, sentimen positif juga bisa bertambah menguat bila bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ) mengumumkan stimulus pembelian obligasi tanpa batas hari ini.

“Tapi di sisi lain, pasar masih mengkhawatirkan pelemahan ekonomi karena wabah dan penurunan kembali harga minyak mentah,” katanya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) periode Juni 2020 pagi ini diperdagangkan turun 5,48 persen pada 12,08 dolar AS per barel. Harga minyak Brent juga ikut melemah 2,5 persen ke level 19,49 dolar AS per barel.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.300 per dolar AS hingga Rp15.500 per dolar AS.

BACA JUGA : Awali Perdagangan, IHSG Dibuka di 2 Arah

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Gaji Rp 200 Juta Setahun Bebas Pajak di Tengah Corona, Masyarakat Semringah

KONTAK PERKASA FUTURES – Salah satu paket stimulus ekonomi pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi akibat pandemi Virus Corona (COVID-19) adalah penghapusan pungutan PajakPenghasilan (PPh) pasal 21. 

Per April 2020, karyawan atau pekerja dengan pendapatan sampai dengan Rp 200 juta per tahun akan menerima gaji utuh tanpa potongan pajak untuk sementara waktu sampai pandemi mereda.  

Selama ini PPh 21 dibebankan kepada pekerja atau ditanggung oleh perusahaan sehingga penghapusan sementara ini bertujuan mengantisipasi melemahnya daya beli para pekerja dengan penghasilan tertentu. 

Peneliti dari Danny Darussalam Tax Centre (DDTC) Bawono Kristiaji mengatakan, stimulus pajak penghasilan ini merupakan kebijakan yang tepat dan respons yang cepat dari pemerintah.

Berdasarkan studi  DDTC Fiscal Research juga terlihat bahwa instrumen penghapusan pajak penghasilan sementara banyak dilakukan oleh negara lain. 

Aji menuturkan, dampak pandemi COVID-19 dapat mengakibatkan guncangan penawaran (supply shock) dan guncangan permintaan (demand shock).

Jika guncangan penawaran terjadi, ada kemungkinan terjadi kenaikan harga sehingga daya beli masyarakat harus tetap dijaga. Dengan skenario ini, pembebasan pajak penghasilan akan menstabilkan dan menambah penghasilan pekerja sehingga roda perekonomian tidak terlalu lemah.

“Justru dengan kebijakan ini pemerintah mencegah supaya dampak demand shock tidak terlalu dalam. Apalagi ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (RTMM) Jawa Timur Ir. Purnomo mengatakan, insentif penghapusan pajak penghasilan ini menjadi angin segar bagi para pekerja.

“Dampak COVID-19 juga sangat terasa di daerah khususnya pada sektor industri rokok, tembakau, makanan, dan minuman yang memiliki sebaran pekerja yang cukup luas di Indonesia,” ujarnya. 

Purnomo melanjutkan, kebijakan pembebasan PPh 21 sangat membantu bagi pekerja di industri RTMM untuk menghadapi situasi ekonomi yang tidak pasti akibat pandemi. Selain itu, penggratisan pajak ini juga memberikan pengaruh positif untuk industri RTMM apabila pekerjanya mendapatkan keringanan melalui bebas pajak. 

“Ditanggungnya pajak penghasilan secara tidak langsung akan menambah pendapatan para pekerja, karena upah yang diterima akan penuh tanpa dipotong pajak sehingga dananya dapat digunakan untuk membantu perekonomian keluarga,” kata Purnomo.

BACA JUGA : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah

KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Gula Tak Terkendali, Tembus Rp 20 Ribu per Kg

PT KONTAK PERKASA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, menyebut komditas gula pasir perlu diwaspadai karena harganya sudah mencapai kisaran Rp19.000-20.000 per kg.

“Perlu yang diwaspadai adalah gula, gula ini boleh dikatakan naiknya tidak sama dengan yang lain sudah di kisaran Rp 19.000-20.000 per kg. Di beberapa minimarket malah kosong, jadi perlu diwaspadai,” kata Sarman kepada Liputan6.com, Jumat (24/4/2020).

Ia menilai seharusnya ketersediaan gula pasir di pasar disiapkan jauh-jauh hari, tidak bisa sudah mendekati Ramadan seperti saat ini baru menunggu impor. Apalagi situasi wabah Corona covid-19 ini sarana transportasi, dari negara impor terbatas atau sulit karena beberapa negara ada yang menerapkan lockdown.

“Seharusnya mulai Januari-Februari harus dipersiapkan, apalagi kalau sudah masalah Corona covid-19 ini baru muncul harusnya buru-buru melakukan impor, kalau sekarangkan nilai kurs kita sudah tinggi, negara tujuan impor juga sduah melakukan pengetatan, ya ini jadi serba salah, kita lihat bagaimana pemerintah punya jalur sendiri untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Selain itu, Sarman memperkirakan kenaikan harga gula akan terasa ketika sudah memasuki pekan kedua puasa, karena konsumsi sudah mulai naik, apalagi gula pasir.

Gula pasir naik itu fatal,” serunya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga gula di beberapa daerah seperti Aceh Rp19.150 per kg, Bali Rp 19.000 per kg, Nusa Tenggara Timur Rp 19.750 per kg, Sulawesi Utara Rp 19.650 per kg, Maluku Rp 19.900 per kg, Papua Rp 19.100 per kg.

Bahkan di daerah lainnya harga gula mencapai Rp 20.000 lebih per kg, seperti di Kalimantan Tengah Rp 20.400 per kg, Sulawesi Tenggara Rp 20.250 per kg, Maluku Utara Rp 20.500 per kg.

Maka dari itu, Sarman menegaskan kepada pemerintah untuk tetap mewaspadai komoditas gula pasir ini.

“Artinya angka ketersedian ada di pemerintah, akan tetapi kita harus menyampaikan sinyal kepada pemerintah supaya yang namanya gula terkendali,” tutupnya.

BACA JUGA : Rupiah Melemah Imbas Kekhawatiran Global Terhadap Covid-19 Meningkat

PT KONTAK PERKASA