Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Minus, Indonesia Diambang Krisis?

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 akan terkontraksi hingga -6 persen.

Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, mengatakan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II -6 persen memang sudah berada dipintu krisis ekonomi.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini berbagai batasan covid-19 diperkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal III dan dan IV juga masih pada posisi minus. Ini menjadi tantangan berat  bagi pelaku usaha dan pemerintah,” kata Sarman kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2020).

Sekalipun aktivitas usaha sudah diperbolehkan buka dan mulai berputar, namun Sarman menilai Pemerintah masih sangat lamban. Hal itu dapat dilihat secara kasat mata, seperti masih sepinya pusat-pusat perbelanjaan/mall, cafe dan restoran juga masih relatif sepi.

Begitupun dengan transportasi udara, darat dan laut antar daerah juga masih sepi, dan tingkat penghuni hotel juga masih rendah. Kondisi ini masih berpeluang akan terjadinya PHK sampai akhir tahun.

“Dimata pengusaha saat ini masih pada posisi ketidakpastian karena daya beli masyarakat masih rendah, dan pergerakan bisnis masih sangat lamban,” ujarnya.

Hal itu serupa yang disampaikan oleh Ketua Kadin Rosan P Roeslani, bahwa progres stimulus penanganan Covid-19 masih sangat lambat.

Penyerapan di berbagai bidang antara lain Kesehatan baru 1,54 persen, perlindungan sosial di 28,63 persen, insentif usaha 6,8 persen, UMKM 0,06 persen, Korporasi 0 persen dan sektoral pada 3,65 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sarman menyarankan agar Pemerintah harus memiliki terobosan, kreativitas dan inovasi termasuk regulasi dan kebijakan yang pro bisnis dan pro dunia usaha.

“Berbagai tantangan pelaku usaha harus dapat diberikan solusi dan jalan keluar oleh Pemerintah, sehingga pelaku usaha memiliki rasa optimis untuk bertahan dan melewati badai Covid-19 ini,” pungkas Sarman.   

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa krisis ekonomi global akibat pandemi virus corona (Covid-19) benar-benar nyata. Menurut dia, hampir semua negara merasakan hal tersebut.

“Kemarin saya mendapatkan informasi bahwa krisis ekonomi global itu benar-benar nyata, ada benar dan semua merasakan,” kata Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Jokowi menyebut informasi tersebut didapatnya dari Director Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva melalui sambungan telepon. Bahkan, krisis ekonomi tersebut diprediksi lebih buruk ketimbang depresi besar pada 1930.

IMF, kata dia, memprediksi pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar akan anjlok. Amerika Serijat akan -8 persen, Jepang -5,8 persen, Inggris -10,2 persen, Perancis ,12,5 persen, Italia ,12,8 persen, Spanyol -12,8 persen, dan Jerman, -7,5 persen

“Artinya apa? Demand nanti akan terganggu, kalau demand terganggu supplynya akan terganggu. Kalau supplynya terganggu artinya produksi juga akan terganggu. Artinya demand supply produksi semuanya rusak dan terganggu,” jelas dia.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pengendalian virus corona dari sisi kesehatan dan ekonomi. Jokowi pun meminta kepala daerah seimbang dalam menangani Covid-19 secara menyeluruh.

“Rem dan gas harus seimbang, tidak bisa kita gas di urusan ekonomi, tetapi kesehatannya menjadi terabaikan. Tidak bisa kita konsen penuh di urusan kesehatan, tapi ekonomi terganggu,” ujar Jokowi. 

BACA JUGA : Bunga Acuan BI Terendah dalam 2 Tahun, Saatnya Beli Rumah?

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Kasus Covid-19 Tekan Rupiah hingga 14.545 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Bergerak melemah pada perdagangan Jumat ini. Kasus positif Corona Covid-19 yang terus bertambah menjadi penyebab pelemahan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/7/2020), rupiah dibuka di angka 14.337 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.377 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah melemah ke angka 14.545 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.337 per dolar AS hingga 14.545 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah mengalami tekanan sebesar 4,9 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.466 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.516 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank melemah karena tertekan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat.

“Sentimen negatif masih membayangi pergerakan aset berisiko. Pasar khawatir dengan penularan Covid-19 yang terus meninggi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Sejumlah aktivitas ekonomi dibatasi atau ditutup kembali di beberapa negara yang kembali meninggi kasus penularan COVID-19 seperti di Amerika Serikat, China, Jerman, Korsel, dan lainnya.

Di Indonesia, kasus positif COVID-19 juga masih meningkat dengan laju yang kurang lebih sama. Ha ini juga menjadi penekan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.  

Sementara itu ketegangan hubungan antara AS dan China dengan disetujuinya UU pemberian sanksi ke pejabat China yang menyetujui UU keamanan Hong Kong oleh Kongres AS, juga menambah sentimen negatif.

Menurut Ariston, rupiah masih berpeluang melemah hari ini dengan sentimen negatif tersebut.

“Di sisi lain membaiknya data tenaga kerja AS Non-Farm Payroll semalam yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko, bisa menahan pelemahan rupiah tidak terlalu dalam,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran 14.250 per dolar AS hingga 14.430 per dolar AS.

BACA JUGA : Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke 4.988,18

PT KONTAK PERKASA

Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 4.000 per Gram

PT KONTAK PERKASA FUTURESHarga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 4.000 per gram atau menjadi Rp 915 ribu per gram pada perdagangan Kamis (2/7/2020). Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 919 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 812 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 812 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.24 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.  

Untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.260.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 18.050.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

* Pecahan 0,5 gram Rp 487.500

* Pecahan 1 gram Rp 915.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.770.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.630.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.355.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.645.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.487.000

* Pecahan 50 gram Rp 42.895.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.712.000

* Pecahan 250 gram Rp 214.015.000

* Pecahan 500 gram Rp 427.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 855.600.000.

BACA JUGA : Harga Emas Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dipimpin Sektor Industri Dasar, IHSG Dibuka Naik ke 4.919,12

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham Rabu pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang melemah.

Pada awal perdagangan Rabu (1/7/2020), IHSG naik 15,98 poin atau 0,29 persen ke posisi 4.919,12. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 0,27 persen ke posisi 758,05.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.928,61 Sedangkan terendah 4.905,39.

Sebanyak 136 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 78 saham melemah dan 112 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 26.375 kali dengan volume perdagangan 762,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 444 miliar.

Investor asing jual saham Rp 2,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.250.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang melemah yaitu sektor aneka industri yang turun 0,31 persen dan infrastruktur melemah tipis 0,02 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor industri dasar yang melonjak 0,64 persen. Kemudian disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,50 persen dan sektor pertambangan menguat 0,13 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain EPAC naik 34,55 persen ke Rp 148 per saham, PORT naik 25 persen ke Rp 550 per lembar saham dan SSTM naik 20 persen ke Rp 600 per lembar saham.

Saham-saham yang melemah antara lain TMPO yang turun 6,94 persen ke Rp 134 per lembar saham, PANR melemah 6,93 persen ke Rp 94 per lembar saham dan JSKY anjlok 6,82 persen ke Rp 82 per lembar saham.

BACA JUGA : Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 1.000 per Gram di Awal Juli

KONTAK PERKASA FUTURES

Menanti Data Manufaktur China, Bursa Saham Asia Dibuka Menguat

PT KONTAK PERKASASaham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Selasa pagi karena investor menunggu rilis Indeks Pembelian Manajer manufaktur resmi China.

Dikutip dari CNBC, Selasa (30/6/2020), Nikkei 225 di Jepang naik 1,75 persen pada awal perdagangan, menyusul penurunan lebih dari 2 persen pada hari Senin. Indeks Topix juga menambahkan 1,5 persen. Di Korea Selatan, Kospi naik 1,39 persen.

Sementara itu, S & P / ASX 200 di Australia menguat 0,66 persen.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,33 persen lebih tinggi.

Investor menunggu rilis PMI manufaktur resmi China untuk Juni, dijadwalkan akan dirilis sekitar jam 9:00 pagi HK / SIN pada hari Selasa. Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memiliki perkiraan median 50,4 untuk cetak data, di atas level 50 yang menunjukkan ekspansi dalam aktivitas.

Sementara itu, produksi industri Jepang pada Mei turun 8,4 persen bulan ke bulan, menurut data yang dirilis Selasa dalam laporan awal oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri negara. Itu adalah penurunan yang lebih besar dari perkiraan pasar median penurunan 5,6 persen oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Perkembangan seputar pandemi coronavirus juga akan terus diawasi, dengan kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesu memperingatkan Senin bahwa “yang terburuk belum datang.”

“Meskipun banyak negara telah membuat beberapa kemajuan, secara global, pandemi ini sebenarnya sedang meningkat,” katanya saat konferensi pers virtual dari kantor pusat Jenewa. “Kita semua ingin ini selesai. Kita semua ingin melanjutkan hidup kita, tetapi kenyataan yang sulit adalah bahwa ini bahkan belum berakhir,” tambahnya.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,4 setelah sebelumnya diperdagangkan pada level di atas 97,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 107,58 per dolar setelah melemah tajam dari level di bawah 107,5 kemarin. Dolar Australia berpindah tangan pada USD 0,6869 setelah turun ke level sekitar USD 0,685 kemarin.

BACA JUGA : Menyetir Mobil Setelah Makan Siang Itu Berbahaya, Ini Penjelasannya

PT KONTAK PERKASA

Masuk New Normal, Konsumsi BBM Mulai Merangkak Naik

KONTAK PERKASA FUTURES – Konsumsi BBM Pertamina pada era New Normal atau sejak 8 Juni 2020 tercatat mulai merangkak naik menjadi rata-rata 114 ribu KL per hari.

Walaupun masih dibawah rerata normal Januari-Februari 2020 yang tercatat 135 ribu KL per hari, namun angka tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil sama-sama mulai mengalami peningkatan sejalan dengan beroperasinya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan serta pelaku UMKM. Namun demikian, konsumsi BBM masih di bawah rerata normal pada masa sebelum pandemi Covid -19.

“Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26 persen, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16 persen dibanding rerata konsumsi normal,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menjelaskan, jelang semester kedua 2020 dengan kebijakan transisi new normal, konsumsi gasoline tercatat 78,82 ribu KL sementara konsumsi gasoil mencapai 34,99 ribu KL.

“Untuk mendorong tingkat penjualan sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas untuk menyediakan energi, Pertamina tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri, sehingga seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, New Normal maupun Normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen,” imbuh Fajriyah. 

Menurut Fajiryah, sebagai BUMN, Pertamina mendapat amanah untuk menjaga ekosistem bisnis migas dalam kondisi apapun.

Karena itu, seluruh bisnis Pertamina dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap beroperasi meskipun harus menghadapi pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

“Pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah belum merata. Kami masih terus memantau perkembangan pandemi Covid 19. Namun untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat,” pungkas Fajriiyah.** 

BACA JUGA : Tahun Depan, Subsidi BBM Dipatok Rp 500 per Liter

KONTAK PERKASA FUTURES

Rupiah Menguat Seiring Naiknya Harga Aset Berisiko

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Jumat pekan ini. Penguatan ini seiring naiknya harga aset-aset berisiko.

Mengutip Bloomberg, Jumat (26/6/2020), rupiah dibuka di angka 14.105 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.175 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.105 per dolar AS hingga 14.172 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 2,21 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah dipatok di angka 14.239 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angak 14.231 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi bergerak menguat seiring naiknya harga aset-aset berisiko.

“Pagi ini terlihat terjadi penguatan pada harga aset-aset berisiko seperti indeks saham Asia dan nilai tukar emerging market termasuk rupiah terhadap dolar AS,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Ariston menuturkan, penguatan tersebut mengikuti penguatan yang terjadi di pasar keuangan AS semalam.

Menurut Ariston, pasar keuangan masih terjadi tarik menarik antara sentimen pemulihan ekonomi dan sentimen kekhawatiran kenaikan kasus dan gelombang kedua pandemi Covid-19.

Semalam, data pesanan barang tahan lama AS pada Mei dirilis lebih bagus dari ekspektasi. Terjadi pertumbuhan 15,8 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan 17,7 persen.

Hal itu, lanjut Ariston, membuktikan ekonomi mulai berekspansi kembali pasca dibukanya perekonomian di tengah pandemi. Namun angka kasus positif COVID-19 masih mengkhawatirkan pelaku pada global yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kekhawatiran ini menahan sentimen positif tersebut sehingga aset berisiko naik-turun di kisaran yang sama,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini bisa bergerak di kisaran yang sama seperti kemarin dan berpotensi menguat tipis di kisaran 14.050 per dolar AS hingga 14.200 per dolar AS.

BACA JUGA : Dimusnahkan hingga Sebabkan KLB, Simak 4 Fakta Jamur Enoki Berbakteri Listeria

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dow Jones Anjlok Lebih dari 700 Poin Dipicu Bangkitnya Kembali Kasus Corona

PT KONTAK PERKASA – Saham di Amerika Serikat turun tajam pada perdagangan Rabu. Hal ini didorong meningkatnya jumlah kasus virus corona yang mengurangi harapan pemulihan ekonomi.

Dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2020), Dow Jones Industrial Average turun 710,16 poin atau 2,7 persen menjadi 25,445,94. S&P 500 ditutup 2,6 persen lebih rendah pada 3,050,33.

Sementara Nasdaq Composite turun 2,2 persen menjadi 9,909,17. Nasdaq yang menguasai perusahaan teknologi mencatat penurunan harian pertama dalam sembilan sesi. Ini menjadi hari terburuk bagi Dow, S&P 500 dan Nasdaq sejak 11 Juni.

Negara bagian Florida mengatakan kasusnya yang dikonfirmasi melonjak 5.508 pada hari Selasa, sebuah rekor dan sekarang berjumlah 109.014 kasus.

Negara bagian tersebut juga mengatakan tingkat positifnya naik menjadi 15,91 persen dari 10,82 persen.

Saham jatuh ke posisi terendah sesi mereka setelah Florida melaporkan angka kasus terbaru. Pada satu titik, Dow telah jatuh lebih dari 800 poin pada hari Rabu.

Sementara itu, California yang juga merupakan salah satu negara bagian pun mengalami lonjakan dramatis dalam kasus-kasus, menambahkan catatan lebih dari 7.000 dalam satu hari pada hari Selasa.

Di Texas, jumlah kasus Covid-19 melonjak 5.489. Sementara itu, New York, New Jersey dan Connecticut memerintahkan pengunjung dari negara bagian zona merah melakukan karantina selama 14 hari.

BACA JUGA : Dibuka Menguat, Rupiah Berpotensi Tertekan Sepanjang Hari Ini

PT KONTAK PERKASA

Gara-Gara Corona, Kemiskinan Indonesia Diprediksi Naik 9,7 Persen di 2020

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Tahun ini, kemiskinan di Indonesia diperkirakan mengalami kenaikan utamanya imbas pandemi Covid-19 mencapai 9,7 persen, atau lebih tinggi 0,5 poin dari tingkat kemiskinan bulan September 2019.

Dengan demikian, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Maliki menyebutkan perlunya intervensi untuk menekan pertumbuhan ini.

“Skenario kita cukup berat karena memang pertumbuhan ekonomi masih relatif akan berubah-ubah, dan dengan skenario yang paling memungkinkan sekarang ini dan ini juga sudah didiskusikan dengan DPR pertumbuhan ekonomi akan mencapai sekitar -0,4 persen sampai 1 persen,” ujar Maliki dalam webinar Pemanfaatan SEPAKAT untuk Pemulihan Dampak COVID-19 Terhadap Sosial Ekonomi Daerah, Rabu (24/6/2020).

Dengan skenario tersebut, kata Maliki, tingkat kemiskinan bisa mencapai 9,7 persen sampai dengan 10,2 persen, dimana pengangguran juga akan meningkat sekitar 8,1 – 9,2 persen.

Adapun masyarakat yang cukup rentan terkena dampak Covid-19 lebih besar adalah penduduk dengan pekerjaan di sektor informal. Menurut data Susenas, penduduk yang bekerja di sektor informal ini sekitar 65 persen.

“Pandemi ini akn menyebabkan pergeseran status sosial ekonomi dari miskin menjadi miskin, kemudian dari miskin menjadi miskin kronis, bahkan yang biasanya kita sebut menuju menengah itu pun sangat rentan untuk menjadi kelompok rentan,” ujar dia.

Adapun kemungkinannya, dipaparkan Maliki sebesar 55 persen dengan urutan kelas atas, kelas menengah, menuju kelas menengah, rentan, miskin, dan miskin kronis.

BACA JUGA : Rupiah Menguat Didorong Potensi Pemulihan Ekonomi Global

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sri Mulyani Beberkan Anggaran Kementerian yang Sering Jadi Temuan BPK

KONTAK PERKASA FUTURES  – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa seluruh anggaran belanja di setiap Kementerian Lembaga (K/L) saat ini akan difokuskan untuk meningkatkan kinerja birokrasi yang efisien dan efektif.

Mengingat banyak temuan di lapangan beberapa KL tidak menggunakan dana tersebut sesuai dengan kebutuhannya

“Jadi kita berharap dengan desain reformasi anggaran ini dan terjadinya covid, kita bisa melakukan kombinasi supaya kita bisa makin efisienkan dua komponen ini yakni belanja pegawai dan barang,” kata Sri Mulyani di Komisi XI DPR RI, Selasa (23/6).

Sri Mulyani mencontohkan, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sering muncul banyak K/L meminta anggaran yang kemudian itu digunakan untuk diserahkan kepada masyarakat atau pemerintah daerah.

Namun pada saat diserahkan, pihak daerah tidak mau menerima karena tidak sesuai kebutuhan.

“Ini sering muncul. Umpamanya suatu kementerian buat infra, sudah jadi mau diserahkan ke pemda, tapi pemda bilang gak butuh. Ini menimbulkan satu persoalan, di bpk juga sudah disampaikan beberapa temuan mengenai berbagai belanja ke masyarakat atau pemda yang ternyata tidak sesuai atau tidak terlalu sinkron dengan kebutuhan masyarakat pemda. Sehingga ini merupakan hal yang perlu kita timbang,” jelas Sri Mulyani.

Untuk itu, Bendahara Negara ini meminta usulan dan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk melakukan sistem reformasi anggaran secara nasional. Hal itu diharapkan agar birokrasi disetial Kementerian Lembaga berjalan efektif dan juga efisien.

“Karena tantangan kita denga reformasi sejak 2010 adalah kualitas belanja masih bisa diperbaiki dan sesuai dengan Presiden Jokowi terpilih periode 1 gimana buat money follow program,” tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Tangani Corona, Anggaran Kementerian ESDM Dipangkas Jadi Rp 6,2 Triliun

KONTAK PERKASA FUTURES