Rupiah Menguat ke 16.485 Efek Stimulus Kredit Bank Sentral AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Rupiah menguat dan menjauh dari level 17.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Selasa (24/3/2020), rupiah dibuka di angka 16.505 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 16.575 per dolar AS. Pada pukul 10.40 WIB, rupiah terus menguat sentuh 16.485 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 16.474 per dolar AS hingga 16.505 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 18,89 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angka 16.486 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 16.608 per dolar AS.

“Pengumuman mendadak Bank Sentral AS kemarin malam yang akan merilis program kredit ke pebisnis AS melalui perbankan, telah memberikan sentimen positif ke sebagian aset berisiko,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/3/2020)

Pagi ini, indeks saham Asia seperti Nikkei dan Kospi terlihat menguat. Demikian juga indeks saham Australia dan indeks saham Futures S&P 500.

Sementara itu, mata uang emerging market juga terlihat menguat terhadap dolar AS.

“Ini juga akan memberikan sentimen positif ke rupiah hari ini. Rupiah mungkin bisa menguat ke arah support 16.000,” ujar Ariston.

Selain itu, pasar juga masih menunggu persetujuan stimulus AS yang bernilai sekitar USD 2 triliun di senat AS hari ini. Bila ini disetujui, lanjut Ariston, akan memberikan dorongan penguatan tambahan untuk rupiah.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.000 per dolar AS hingga Rp16.575 per dolar AS.

BACA JUGA : Pengusaha Sumbang Alat Kesehatan Senilai Rp 500 Miliar ke Kementerian BUMN

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Industri Telekomunikasi Minta Keringanan Pajak dari Pemerintah

PT KONTAK PERKASA –  Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengapresiasi langkah pemerintah dalam penanganan wabah pandemic virus corona, Covid-19. Pemerintah berupaya menjaga agar penularan Covid-19 tak menyebar di banyak orang.

Ketua Umum Apjatel Muhammad Arif Apjatel menyatakan, pihaknya sangat mendukung program-program pemerintah untuk melakukan social distancing dan work from home.

“Dukungan konkrit kami yaitu dengan memberikan beberapa insentif atau paket tambahan untuk para pelanggan tanpa dikenakan biaya tambahan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selain itu, Apjatel juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menyiapkan Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha.

Meski demikian, Apjatel menyayangkan, Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha itu tak memasukkan sektor telekomunikasi masuk dalam kesepakatan.

Untuk itu, Apjatel memandang perlu memberi masukan terhadap pemerintah mengenai kebijakan ini. Pasalnya, saat ini, sektor infrastruktur telekomunikasi menjadi tulang punggung dalam industri dan perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 guna mendukung Transformasi Digital demi menjadikan Indonesia berbasis industri 4.0.

Apjatel juga memandang perlunya sektor telekomunikasi masuk dalam paket kebijakan insentif pajak itu karena saat ini ekonomi global terdesak karena dampak Covid-19. Apjatel berharap paket kebijakan insentif pajak yang dikeluarkan pemerintah dapat membuat industri telekomunikasi melewati masa sulit ini.

“Pada prinsipnya, telekomunikasi merupakan industri penyedia jasa, oleh karena itu kami meminta agar diberikan keringanan dalam penerapan pajak PPh 21, setidaknya selama enam bulan, terhitung dari April 2020,” ungkap Muhammad Arif.

Dia mengatakan, saat ini sektor telekomunikasi dibebani biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa BHP 0,5 persen dan kontribusi USO 1,25 persen yang masing-masing diperhitungkan dari pendapatan kotor. Hal ini, kata Arif, begitu memberatkan karena meski dalam kondisi rugi perusahaan telekomunikasi tetap akan membayarknya.

Kami selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi harus tetap membayar biaya-biaya tersebut dan tidak adanya mekanisme restitusi sebagaimana diterapkan dalam perpajakan,” kata dia.

Terakhir, Apjatel berharap, Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat mengetahui kondisi ini.

“Kami juga berharap agar segala bentuk pungutan dari Pemerintah Daerah dapat diberikan keringanan pada masa periode 2020 ini, sehingga kebijakan di daerah pun dapat mendukung industri infrastuktur telekomunikasi,” tutup dia.

BACA JUGA : BI Pecepat Aturan Investor Asing Wajib Pakai Rekening Vostro di Transaksi DNDF

PT KONTAK PERKASA

Jumat Pagi, Rupiah Tembus 16.037 per Dolar AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Rupiah sudah tembus ke level psikologisnya yaitu 16.000 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Jumat (20/3/2020), rupiah dibuka di angka 15.950 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 15.912 per dolar AS. Pada pukul 10.20 WIB, rupiah terus tertekan sentuh 16.037 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 15.950 per dolar AS hingga 16.037 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 15,66 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angak 16.273 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 15.712 per dolar AS.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, depresiasi nilai tukar ayang sedang dialami Indonesia saat ini juga dialami negara lain bahkan pasar global secara keseluruhan.

Penyebabnya tak jauh-jauh dari sentimen terhadap penyebaran virus Corona. Perry menyatakan, investor global sedang mengalami ketidakpastian yang sangat tinggi. Hal ini yang juga mempengaruhi rupiah.

“Dow Jones anjlok, premi resiko meningkat. Investor global di semua negara (terdampak Corona) hampir semuanya melepas asetnya,” kata Perry di Jakarta.

Perry melanjutkan, investor melepas aset keuangan mulai dari mata uang, saham, obligasi dan lainnya lalu beralih ke uang tunai (cash). Langkah ini dilakukan bukan karena ada masalah fundamental, namun karena kepanikan sehinga menyebabkan tekanan seperti saat ini.

Cash is king. Bukan karena fundamental, tapi memang murni kepanikan (karena penyebaran Corona yang sangat cepat),” imbuhnya.

Untuk memitigasi hal ini, BI akan terus memastikan mekanisme pasar dan likuiditas terjaga serta meningkatkan intensitas triple intervention.

“Kami akan pastikan bagaimana penentuan nilai tukar di pasar itu konvergen, menjaga confidence dan mekanisme pasar. Itu yang akan terus dilakukan,” tutup Perry.

BACA JUGA : ADB Gelontorkan USD 6,5 Miliar untuk Bantu Basmi Virus Corona

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Pemerintah Harus Tutup Penerbangan Internasional

PT KONTAK PERKASA – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta kepada pemerintah untuk melarang total penerbangan internasional ke Indonesia, dari manapun asal negaranya.

“Hal ini sudah dilakukan oleh banyak negara, termasuk oleh Malaysia. Penerbangan internasional terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap kasus Covid-19 khususnya untuk kategori imported case,” kata Tulus kepada Liputan6.com, Kamis (19/3/2020).

Ia melihat bahwa sampai saat ini Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng, Tangerang, Banten, masih beroperasi seperti biasanya. Tentu saja, masih dibukanyapenerbangan internasional ini berpotensi membuat penyebaran virus Corona semakin besar. 

Selain itu, Tulis juga meminta pemerintah secara serius menimbang lockdown untuk wilayah Jabodetabek, mengingat di area Jabodatabek merupakan epicentrum Covid-19, khususnya area Kota Jakarta.

Khususnya Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat untuk secara tegas melarang pertemuan-pertemuan yang melibatkan konsentrasi masa, seperti hajatan, pernikahan, juga acara-acara peribadatan yang meminta masyarakat berkumpul di suatu tempat. 

Sebelumnya, Otoritas Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Cengkareng, Tangerang, Banten membantah kabar bahwa ada penutupan penerbangan internasional. Sampai saat ini bandara tersebut masih melayani penerbangan internasional.

“Aktivitas di Bandara soetta normal,” jelas Agus Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Haryadi kepada Liputan6.com pada Rabu (18/3/2020).

“Kalaupun internasional flight kurang iya, karena ada dampak Covid-19,” kata dia.

Saat ini memang ada kebijakan Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soetta untuk membatasi penumpang dari empat negara. Negara yang dimaksud adalah penumpang pesawat asal China, Iran, Italia dan Korea Selatan.

Pemerintah pun juga membatasi pendatang/travelers yang dalam waktu 14 hari terakhir berkunjung ke negara-negara tidak diizinkan masuk/transit ke Indonesia. Negara tersebut adalah Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss dan Inggris.

Sebelumnya beredar rekaman yang berisi mulai Rabu ini Bandara Soetta untuk sementara menutup penerbangan dari dan ke luar negeri. Saat ini bandara tersebut hanya melayani penerbangan domestik.

Dalam rekaman tersebut, penutupan penerbangan tersebut berlaku selama 30 hari.

BACA JUGA : Indonesia Ekspor Gurita ke Jepang Meski Ada Virus Corona

PT KONTAK PERKASA

Harga Minyak Anjlok, Jokowi Minta Harga BBM Dihitung Ulang

KONTAK PERKASA FUTURES – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri menghitung ulang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Hal ini menyusul lonjakan harga minyak dunia yang jatuh ke level USD 30 per barel.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas mengenai penyesuaian harga gas untuk industri dan juga BBM non-subsidi. Rapat digelar melalui video conference, Rabu (18/3/2020).

“Karena itu saya minta dikalkulasi, dihitung dampak dari penurunan ini pada perekonomian kita. Terutama BBM baik BBM bersubisidi maupun BBM non subsidi,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar jajaran menterinya menghitung berapa lama penurunan harga minyak dunia berlangsung dan perkiraan harga ke depan.

“Kita harus merespons dengan kebijakan yang tepat dan kita juga harus bisa memanfaatkan momentum dan peluang ini, dari penurunan minyak ini untuk perekonomian negara kita,” jelas dia.

Seperti diketahui, harga minyak dunia semakin terperosok. Mengutip market data BBC, Selasa (17/03/2020), harga minyak Brent (Brent Crude Oil) masih berada di posisi USD 30,72 per barrel dan minyak WTI (West Texas Intermediate Crude Oil) masih dipatok di angka USD 29,92 per barrel.

Anjloknya minyak dunia disebabkan karena perang dingin antara Arab dan Rusia, dimana Arab mencoba mengambil kembali pasar dengan mengguyur pasokan minyak mentah gila-gilaan.

Kemudian dtambah wabah pandemi Corona yang semakin menjadi-jadi, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejolak harga ini.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menyiapkan insentif gas industri. Namun dia mengingatkan kepada Menteri Kabinet Indonesia maju agar industri yang diberikan insentif penurunan harga gas diverifikasi dan dievaluasi.

Sehingga pemberian insentif penurunan harga gas akan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga berharap dengan adanya industri yang akan diberikan insentif bisa meningkatkan kapasitas produksi, investasi.

“Sehingga produknya lebih kompetitif. Industri yang diberi insentif harus bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui teleconference, terkait penyesuaian harga gas untuk industri dan bahan bakar minyak nonsubsidi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3).

Sebab itu, dia meminta kepada para menteri agar mengevaluasi dan memonitorng secara berkala terkait industri yang akan diberikan insentif. Jika industri tidak bisa menyerap tenaga kerja, hingga meningkatkan kapasitas investasi maka insentif ditarik.

“Harus ada disinsentif. Harus ada punishment sehingga industri memiliki performance sesuai yang kita inginkan,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, pada Ratas 6 Januari lalu, Jokowi menargetkan pembahasan mengenai tiga opsi penurunan gas bisa rampung dalam 3 bulan sehingga tidak membebani industri dalam negeri.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 mengenai Penetapan Harga Gas Bumi, harga gas bumi ditetapkan sebesar USD 6 per MMBTU. Hingga saat ini, harga gas bumi masih berada di atas harga patokan itu.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Jahe hingga Kunyit Mulai Langka di Pasar

KONTAK PERKASA FUTURES

Wabah Virus Corona Tak Pengaruhi Perdagangan Berjangka Komoditas

PT KONTAK PERKASA – PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengungkapkan wabah Virus Corona tidak mempengaruhi sektor perdagangan berjangka komoditas. Sektor ini pun diyakini tetap tumbuh di atas 15 persen pada tahun ini.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Perseo) atau KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, secara nasional, mungkin wabah corona akan memberikan pengaruh.

Tapi, dari sektor perdagangan berjangka komoditas, melihat bahwa wabah Corona tidak akan mengganggu terlalu jauh terhadap kinerja perdagangan berjangka komoditas.

“Data perdagangan yang terlihat positif dan terus mengalami pertumbuhan. Dengan peran serta semua pemangku kepentingan, kami masih optimistis pertumbuhan di perdagangan berjangka komoditas di tahun 2020 bisa lebih dari 15 persen dibandingkan tahun 2019,” ujar dia seperti mengutip Antara, Selasa (17/3/2020).

PT Kliring Berjangka Indonesia, yang berperan sebagai lembaga kliring dan penjaminan transaksi di perdagangan berjangka komoditas, terus melakukan langkah untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor perdagangan berjangka komoditas ini.

Fajar menambahkan, tahun 2020, selain transaksi perdagangan berjangka komoditas, sektor pasar fisik diproyeksikan juga akan tumbuh.

“Masuknya komoditas timah batangan di pasar fisik, diperkirakan juga akan menggairahkan perdagangan di bursa komoditas,” katanya.

Data volume transaksi di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sepanjang 2019 dan didaftarkan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, di sektor perdagangan berjangka komoditas (PBK) rata-rata transaksi harian mencapai 30.552 lot (di luar single stock).

Transaksi tersebut meliputi komoditas sistem perdagangan alternatif atau SPA sebesar 63,80 persen, index 7,83 persen, mata uang asing 9,63 persen, primer 18,41 persen, dan single stock 0,32 persen.

Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 5.436 lot, sedangkan untuk gula kristal rafinasi, volume transaksi selama tahun 2019 mencapai 19.429 lot.

Sedangkan dalam dua bulan pertama tahun 2020, rata-rata transaksi harian mencapai 40.286,4 lot (di luar single stock).

Transaksi tersebut meliputi komoditi SPA sebesar 69,41 persen, index 8,05 persen, mata uang asing 7,42 persen, primer 15,01 persen dan single stock 0,03 persen.

Dari sektor pasar fisik komoditas, untuk transaksi timah murni batangan mencatatkan volume transaksi 2,939 lot.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, perusahaan masih optimistis meskipun virus corona menambah ketidakpastian dalam investasi dan perdagangan, yang berakibat harga komoditas bergejolak semakin lebar, ada yang turun tajam, ada yang naik tajam.

“Hal ini membuka peluang buat pelindung nilai dan spekulator untuk memanfaatkan produk-produk berjangka. Ini bisa dilihat dalam volume rata-rata harian selama dua bulan pertama yang sangat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dan kami masih yakin, tahun 2020 akan ada pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan tahun 2019,” katanya.

BACA JUGA : Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga BBM Turun?

PT KONTAK PERKASA

Siaga Virus Corona, Stok BBM dan LPG Cukup untuk 20 Hari

PT KONTAK PERKASA FUTURES – PT Pertamina (Persero) memastikan jika layanan kepada masyarakat serta pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman. Saat ini, Ketahanan stok BBM dan LPG untuk seluruh produk, secara nasional rata-rata di atas 20 hari.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menegaskan, Pertamina menjamin seluruh produk BBM dan LPG tetap tersedia dan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat di seluruh tanah air.

“Sebagai BUMN yang berperan strategis untuk melayani energi, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi mulai dari fungsi hulu migas, kilang, distribusi hingga pemasaran tetap berjalan baik. Sehingga ketersediaan dan penyaluran BBM dan LPG di seluruh tanah air juga tetap lancar,” katanya pada Senin (16/03/2020).

Dalam menghadapi wabah Covid 19, lanjut Fajriyah, Pertamina menghimbau masyarakat menggunakan BBM dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Bagi masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan BBM yang berkualitas baik dan LPG Non Subsidi.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Dipastikan seluruh SPBU dan Agen serta Pangkalan LPG tetap beroperasi untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan Pertamina,” imbuh dia.

Setelah dikeluarkannya Surat Edaran kepada seluruh pekerja agar mengurangi aktivitas di luar kantor, menunda keberangkatan ke luar negeri serta meningkatkan prilaku hidup sehat.

Pertamina juga mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja, sehingga seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap aman.

Sesuai standar perusahaan, telah dilakukan pemetaan jenis pekerjaan tertentu yang tetap harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah.

“Pertamina sangat memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin di seluruh lini operasional Perusahaan terkait dengan potensi penyebaran Covid-19. Namun Pertamina tetap berkomitmen untuk memastikan dan mengamankan ketersediaan energi nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan meyakinkan kelancaran operasional proses bisnis perusahaan,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran operasional dan ketersediaan energi, tambah Fajriyah, Pertamina terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

BACA JUGA : Ekspor Indonesia Naik Jadi USD 13,94 Miliar pada Februari 2020

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Wall Street Runtuh Hampir 10 Persen, Terburuk Sejak 1987

PT KONTAK PERKASA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Terpuruknya bursa AS ini setelah Presiden AS Donald trump dan Bank Sentral AS gagal menumpas kekhawatiran atas perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran virus Corona.

Penurunan pada perdagangan Kamis ini merupakan pelemahan bersejarah bagi Wall Street.

Mengutip CNBC, Jumat (13/3/2020), indeks acuan Dow Jones Industrial Average ditutup 2.352,60 poin lebih rendah atau turun 9,99 persen ke level 21.200,62. indeks ini mengalami penurunan terburuk sejak jatuhnya pasar “Black Monday” yang terjadi pada 1987.

Sedangkan indeks S&P 500 anjlok 9,5 persen menjadi 2.480,64. S&P 500 juga mengalami hari terburuk sejak 1987. Untuk Nasdaq Composite ditutup 9,4 persen lebih rendah ke level 7.201,80.

“Virus Corona menakutkan dan orang tidak tahu apa yang diharapkan,” kata Kathy Entwistle, senior vice president of wealth management di UBS.

“Sepertinya tsunami akan datang. Kami tahu itu akan terjadi kapan saja dan tidak ada yang tahu apa hasilnya nanti.” tambah dia.

Pada perdagangan Kamis, Bank Sentral AS mengumumkan akan meningkatkan operasi pasar menjasi lebih dari USD 500 miliar. Kemudian akan menawarkan lebih banyak operasi repo senilai USD 1 triliun pada hari Jumat. Bank Sentral AS juga memperluas jenis surat utang yang akan dibeli.

Namun, pasar saham AS atau Wall Street melemah drastis ke posisi terendah karena investor menunggu langkah yang lebih agresif untuk mendukung ekonomi dan menargetkan wabah virus secara langsung.

Aksi jual Kamis menjadi sangat buruk, sehingga perdagangan bursa AS sempat dihentikan sebentar setelah pembukaan selama 15 menit karena pasar mencapai ambang batas penghentian sementara yang diamanatkan yang digunakan oleh bursa AS.

Meskipun sempat terhenti, Dow Jones tetap melanjutkan penurunan dan mencatatkan rekor terburuk kelima dalam sejarahnya, menurut FactSet.

Bahkan penurunan terburuk satu hari pada krisis keuangan tahun 2008 tidak mencapai sebesar ini.

“Kita akan memasuki resesi global,” kata Mohamed El-Erian, kepala penasihat ekonomi di Allianz, pada “Squawk Box” CNBC. “Setelah apa yang terjadi beberapa hari terakhir, kita akan melihat penyebaran ekonomi yang tiba-tiba berhenti.” tambahnya.

BACA JUGA : IHSG Diprediksi Terus Terkoreksi Hari Ini

PT KONTAK PERKASA

6 Gambaran Kondisi Ekonomi Global Amburadul Terimbas Wabah Virus Corona

KONTAK PERKASA FUTURESVirus corona baru, yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China pada Desember 2019 telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang di setidaknya 110 negara, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Kekhawatiran wabah virus juga menjadi salah satu ancaman terbesar bagi ekonomi global dan mengguncang pasar saham di seluruh dunia.

Lembaga dan perbankan besar bahkan telah memangkas prediksi tentang kondisi ekonomi global. Salah satunya Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

“Dari perspektif ekonomi, masalah utama bukan hanya jumlah kasus COVID-19, tetapi tingkat gangguan terhadap ekonomi dari langkah-langkah penahanan,” ujar Kepala Penelitian Makro Global di Oxford Economics, dalam sebuah laporan, seperti mengutip laman CNBC, Kamis (12/3/2020).

Dia menuturkan jika langkah isolasi yang meluas seperti di China dan negara lainnya, jika diambil secara tidak proporsional, dapat memicu kepanikan dan melemahkan ekonomi global.

Berikut enam gambaran yang menunjukkan dampak wabah terhadap ekonomi global dan pasar sejauh ini.

1. Penurunan perkiraan pertumbuhan ekonomi

Wabah ini telah menyebabkan lembaga-lembaga besar dan bank-bank memangkas perkiraan tentang kondisi ekonomi global. Salah satu yang terbaru untuk melakukannya adalah Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi.

Dalam laporan bulan Maret, OECD menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk hampir semua negara di tahun ini.

Dalam laporannya, pertumbuhan produk domestik bruto China yang memiliki penurunan peringkat terbesar. Raksasa ekonomi Asia ini diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen tahun ini, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya 5,7 persen.

Sementara itu, ekonomi global diperkirakan akan tumbuh 2,4 persen pada tahun 2020 – turun dari proyeksi 2,9 persen sebelumnya.

2. Aktivitas manufaktur melambat

Sektor manufaktur di China terpukul Wabah [Virus Corona.]( 4199644 “”) Aktivitas pabrik China mengalami kontraksi pada Februari, dengan posisi 40,3. Angka di bawah 50 menjadi tanda jika terjadi kontraksi.

Perlambatan manufaktur China berimbas lanjutan ke negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi erat dengan negara tersebut. Ini di antaranya adalah negara Asia Pasifik seperti Vietnam, Singapura dan Korea Selatan.

Pabrik-pabrik di China membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk melanjutkan operasi secara normal, menurut beberapa analis. Demikian pula dengan aktivitas manufaktur global.

3. Ganggu jasa layanan

Wabah virus di China menghantam industri jasa negara itu, seiring berkurangnya belanja konsumen yang kemudian berdampak ke bisnis ritel, restoran, dan penerbangan.

China bukan satu-satunya negara di mana sektor jasa melemah. Amerika Serikat, pasar konsumen terbesar di dunia juga mengalami hal serupa. 

Salah satu alasan di balik kontraksi layanan di Amerika terkait pengurangan dalam “bisnis baru dari luar negeri karena pelanggan menahan diri memesan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan wabah Virus Corona,” kata IHS Markit.

4. Harga minyak turun

Pengurangan aktivitas ekonomi global telah menurunkan permintaan minyak, menjadikan harga minyak anjlok ke posisi terendah dalam beberapa tahun.

Kondisi ini terjadi bahkan sebelum terjadinya ketidaksepakatan tentang pengurangan produksi antara OPEC dan sekutunya, yang ikut mendorong harga minyak jatuh lebih besar.

Analis Bank Singapura DBS mengatakan berkurangnya permintaan minyak akibat wabah virus dan peningkatan pasokan, diperkirakan merupakan “double whammy” untuk pasar minyak.

CHina selama ini menjadi pusat penyebaran Virus Corona, adalah importir minyak mentah terbesar di dunia.

“Penyebaran virus di Italia dan bagian lain Eropa sangat mengkhawatirkan dan kemungkinan akan mengurangi permintaan di negara-negara OECD juga,” tulis para analis DBS dalam sebuah laporan.

5. Kejatuhan pasar saham

Ketakutan seputar dampak COVID-19 pada ekonomi global telah merusak sentimen investor dan menurunkan harga saham di pasar-pasar utama.

Cedric Chehab, Kepala Risiko Negara dan Strategi Global di Fitch Solutions, mengatakan ada tiga cara wabah Virus Corona memberikan sentimen ke pasar.

“Kami telah mengidentifikasi tiga saluran melalui mana wabah COVID-19 akan membebani pasar sehingga perlambatan di China, perlambatan dari wabah domestik … dan saluran ketiga adalah tekanan pasar keuangan,” jelas dia.

6. Imbal hasil obligasi lebih rendah

Kekhawatiran atas penyebaran global dari Virus Corona telah mendorong para investor untuk menawar harga obligasi, menghasilkan imbal hasil di negara-negara besar sedikit lebih rendah

BACA JUGA : Rupiah Melemah Lagi Usai WHO Tetapkan Virus Corona Jadi Pandemi

KONTAK PERKASA FUTURES

Imbas Virus Corona, Google Ajak Karyawan di Amerika Utara Kerja dari Rumah

PT KONTAK PERKASA FUTURESGoogle menyarankan seluruh karyawannya di Amerika Utara untuk bekerja dari rumah, bila tugasnya memungkinkan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

Rekomendasi terbaru Google untuk seluruh karyawannya ini mirip dengan yang diberikan ke seluruh karyawan di area San Francisco Bay, Dublin, dan Seattle, beberapa waktu lalu.

Mengutip laman Reuters, Rabu (11/3/2020), Google mengirimkan memo pada Selasa lalu ke puluhan ribu karyawannya di Amerika Utara dan merekomendasikan mereka untuk bekerja dari rumah, setidaknya hingga 10 April mendatang.

Meski begitu, kantor Google akan tetap buka bagi mereka yang pekerjaannya harus dilakukan di kantor. CEO Google, Sundar Pichai juga meminta para karyawan untuk lebih berkontribusi membatasi diri berada di ruang publik.

“Kalau bisa, membatasi diri dari keramaian akan membantu meurunkan risiko penyebaran. Terpenting, akan mengimbangi beban puncak melalui sistem perawatan kesehatan yang kritis dan juga menyimpannya untuk orang yang membutuhkan,” kata Sundar Pichai dalam cuitannya.

Tidak hanya itu, Google juga memberikan honor pengganti cuti kepada seluruh staf sementara dan karyawan kontraknya jika mereka mengambil cuti karena Covid-19.

“Dana ini berarti, jika angkatan kerja kami bekerja lebih panjang akan diberi kompensasi di atas jam kerja normal mereka,” kata blog Google.

Tidak hanya itu, juru bicara Google juga mengatakan, perusahaan kini bakal memblokir iklan penjualan masker di platform mereka, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan di tengah wabah virus corona.

(Tin/Ysl)

BACA JUGA : Imbas Virus Corona, Daging Sapi di Pasar Jatinegara Sepi Pembeli

PT KONTAK PERKASA FUTURES