Logam Mulia dan Permata Jadi Penopang Ekspor Indonesia pada Juli 2020

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Juli 2020 naik 14,33 persen dibanding Juni 2020. Ekspor Juli 2020 sebesar USD 13,73 miliar,  sedangkan pada Juni 2020 tercatat USD 12,01 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, peningkatan terbesar ekspor terjadi di sektor nonmigas Juli 2020 terhadap Juni 2020. Peningkatan terbesar yakni pada golongan logam mulia, perhiasan atau permata sebesar USD 452,7 juta atau setara dengan 79,79 persen).

“Berdasarkan HS 2 digit, ekspor non migas yang meningkat paling besar adalah logam mulia, perhiasan dan permata,” kata dia dalam video conference di Kantornya, Jakarta, Selasa (18/8).

Dia mengatakan, kenaikan harga emas sendiri menjadi tertinggi jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni Juli 2019. Adapun negara eskpor tujuan Indonesia untuk logam mulia utamanya ke Swiss dan Jepang. “Di mana komdoitas yang berpran terbesar adalah gold,” kata dia.

Seperti diketahui, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 20.000 pada perdagangan Selasa ini menjadi Rp 1.050.000 per gram dari perdagangan kemarin di Rp 1.030.000 per gram.

Harga emas kembali naik setelah sempat sempat turun tajam Rp 30.000 ke posisi Rp 1.026.000 pada perdagangan Rabu 12 Agustus lalu.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Uang Baru Rp 75.000 Edisi Khusus Kemerdekaan Indonesia Bakal Dicetak Lagi?

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas Antam atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) lebih mahal Rp 2.000 per gram menjadi Rp 1.056.000 per gram pada Selasa, 11 Agustus 2020. Pada pekan lalu, harga emas sempat memecahkan rekor tertinggi Rp 1.065.000 per gram.

Demikian pula harga buyback emas Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 954.000 per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 954 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.710.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 20.870.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.27 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 558.000

* Pecahan 1 gram Rp 1.056.000

* Pecahan 2 gram Rp 2.052.000

* Pecahan 3 gram Rp 3.053.000

* Pecahan 5 gram Rp 5.060.000

* Pecahan 10 gram Rp 10.055.000

* Pecahan 25 gram Rp 25.012.000

* Pecahan 50 gram Rp 49.945.000

* Pecahan 100 gram Rp 99.812.000

* Pecahan 250 gram Rp 249.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 498.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 996.600.000.

BACA JUGA : Doni P Joewono Dilantik Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia Hari Ini

KONTAK PERKASA FUTURES

Keputusan Pemerintah AS Blokir WeChat Berimbas ke Apple, Kok Bisa?

PT KONTAK PERKASA FUTURES –  Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeluarkan Perintah Eksekutif (Executive Order) yang melarang perusahaan AS berbisnis dengan WeChat.

Keputusan itu diambil sebab WeChat dianggap berbagi data pengguna dengan pemerintah Tiongkok.

Meski dampaknya belum terasa, menurut sejumlah analisis, larangan itu ternyata akan berimbas pula pada perusahaan Amerika Serikat, yakni Apple. Alasannya, ada kemungkinan Apple tidak boleh lagi mendistribusikan WeChat melalui App Store.

Menurut analis Bloomberg Intelligence, Anand Srinivasan, apabila hal itu benar-benar dilakukan, Apple akan kehilangan pengguna cukup banyak, terutama di wilayah Tiongkok yang memang menjadi salah satu pasar besar bagi perusahaan tersebut.

Dkutip dari Phone Arena, Senin (10/8/2020), hal itu dapat terjadi sebab WeChat menjadi salah satu aplikasi utama di Tiongkok. Banyak pengguna iPhone memakainya untuk mengirimkan email, berbelanja, menjelajah internet, hingga melakukan pembayaran.

Oleh sebab itu, apabila WeChat dihapus dari App Store, besar kemungkinan para pengguna Tiongkok akan beralih ke perangkat lain. Sebagai informasi, Tiongkok sendiri menyumbang 20 persen penjualan iPhone secara global.

Dengan kondisi tersebut, penjualan Apple dipastikan akan terpengaruh. Terlebih, dari salah satu data terbaru dari forum online Tiongkok, banyak pengguna memilih tidak memakai iPhone, ketimbang tidak dapat memakai WeChat, apabila aplikasi tersebut benar-benar menghilang dari App Store.

Untuk sekarang, belum diketahui seperti apa respons Apple terkait adanya perintah eksekutif ini. Begitu juga dengan WeChat yang masih belum memberikan tanggapan terkait hal ini.

Selain WeChat, layanan lain yang juga mendapat Perintah Eksekutif adalah TikTok. Aplikasi itu diberi waktu selama 45 hari untuk menghentikan layanannya di Amerika Serikat atau mencari pemilik baru untuk dapat menggulirkan layanan di negara tersebut.

Menyusul keputusan tersebut, TikTok mengatakan tudingan yang ditujukan pada mereka tidak berdasar. Mereka menegaskan tidak membagi data pengguna dengan pemerintah Tiongkok, termasuk memberlakukan sensor konten.

Terlebih, TikTok saat ini berupaya untuk menjual bisnis mereka di Amerika Serikat pada perusahaan lokal. Karenanya, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2020) layanan milik ByteDance tersebut akan mengupayakan jalur hukum menanggapi perintah tersebut.

“Kami akan mencoba semua upaya hukum yang tersedia untuk memastikan tidak ada aturan yang diabaikan dan perusahaan kami termasuk penggguna diperlakukan secara adil,” tutur TikTok. Namun hingga sekarang, belum ada informasi mengenai langkah perusahaan selanjutnya.

Sebagai informasi, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, setuju memberikan ByteDance waktu 45 hari untuk bernegosiasi menjual TikTok kepada Microsoft. Informasi ini berasal dari tiga sumber Reuters yang mengetahui hal tersebut.

Dilansir Reuters, Senin (3/8/2020), pemerintah AS mengatakan TikTok di bawah kepemilikan perusahaan Tiongkok menimbulkan risiko keamanan data pribadi. ByteDance merupakan perusahaan teknologi asal Tiongkok, yang berbasis di Beijing.

Menyusul diskusi antara Trump dan CEO Microsoft, Satya Nadella, perusahaan melalui sebuah pernyataan pada Minggu mengatakan, akan melanjutkan negosiasi untuk mengakuisisi TikTok. Kesepakatan diperkirakan tercapai pada 15 September 2020.

Menurut sumber, Trump mengubah keputusannya setelah tekanan dari beberapa penasihat dan anggota Republik.

Memblokir TikTok disebut dapat mengurangi dukungan dari pengguna muda menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November mendatang. Selain itu, juga ada kemungkinan memicu gelombang tantangan hukum.

(Dam/Isk)

BACA JUGA : Toshiba Diam-Diam Keluar dari Bisnis Laptop

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Harga Minyak Melambung Dipicu Rencana Irak Pangkas Produksi

PT KONTAK PERKASAHarga minyak menguat mendekati level tertinggi dalam 5 bulan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Kenaikan harga minyak ini karena pelemahan dolar AS dan juga pemotongan produksi yang direncanakan oleh Irak.

Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2020), harga minyak mentah Brent naik 9 sen menjadi USD 45,25 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate turun 24 sen atau 0,57 persen, untuk menetap di USD 41,95 per barel setelah empat hari berturut-turut naik.

Harga minyak sangat berombak pada perdagangan Kamis, terdorong oleh penurunan produksi Irak,” kata analis senior Price Futures, Chicago, Phil Flynn.

Irak mengatakan akan melakukan pemotongan produksi minyak sekitar 400 ribu barel per hari pada Agustus untuk mengkompensasi kelebihan produksi selama periode lalu di bawah pakta pengurangan pasokan OPEC.

namun menurut Phil, kekhawatiran penurunan harga minyak tetap akan ada karena permintaan melemah akibat dari perlambatan ekonomi akibat virus corona.

“Semua orang sedang menunggu paket bantuan virus Corona untuk memberikan peningkatan pada ekonomi,” katanya.

Kedua harga minyak yang menjadi acuan ini naik ke level tertinggi sejak 6 Maret di sesi sebelumnya setelah pemerintah AS melaporkan penurunan stok minyak mentah yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Selain itu, dolar AS yang melemah juga mendukung harga minyak karena membuat minyak yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, investor minyak tetap harus waspada terhadap peningkatan persediaan produk olahan AS pada saat para Gubernur Bank Sentral AS mengatakan kebangkitan kasus virus Corona memperlambat pemulihan ekonomi di konsumen minyak terbesar dunia.

BACA JUGA : Harga Minyak Melambung Dipicu Rencana Irak Pangkas Produksi

PT KONTAK PERKASA

Seluruh Sektor Saham di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 5.148,10

PT KONTAK PERKASA –  Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Sebanyak 84 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. 

Pada awal perdagangan Kamis (6/8/2020), IHSG naik 21,94 poin atau 0,43 persen ke posisi 5.148,10. Sementara indeks saham LQ45 juga naik 1,1 persen ke posisi 809,82.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.151,32. Sedangkan terendah 5.127,10.

Sebanyak 84 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 24 saham melemah dan 39 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 29.195 kali dengan volume perdagangan 439,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 397 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar reguler mencapai Rp 7,91 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.612 per dolar AS.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 0,99 persen. Kemudian disusul sektor keuangan yang naik 0,96 persen dan sektor barang konsumsi naik 0,86 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain, TOYS naik 24,57 persen ke Rp 436 per lembar saham. Kemudian INAF naik 12,58 persen ke Rp 3.200 per lembar saham dan KAEF naik 3.190 ke Rp per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain UANG anjlok 6,77 persen ke Rp 358 per lembar saham, INDO yang turun 6,47 persen ke Rp 130 per lembar saham, dan KEEN melemah 6,94 persen ke Rp 322 per lembar saham.

BACA JUGA : Ekonomi Minus 5,3 Persen, Jokowi Ungkap Sektor yang Paling Terpuruk

PT KONTAK PERKASA

Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi

KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu ini. Hari ini juga akan diumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2020 oleh badan Pusat Statistik 9BPS).

Mengutip Bloomberg, Rabu (5/8/2020), rupiah dibuka di angka 14.540 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.625 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.523 per dolar AS hingga 14.581 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 5,06 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referesi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.623 per dolar AS. Menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.697 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu mengatakan pada Rabu pagi ini mata uang negara pasar berkembang terlihat menguat terhadap dolar AS.

“Penguatan ini kemungkinan didukung oleh prospek persetujuan stimulus lanjutan Pemerintah AS senilai satu triliun dolar AS untuk memulihkan ekonomi AS yang terdampak pandemi,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/8/2020).

Menurut Ariston, stimulus yang besar memberikan sentimen positif ke aset berisiko karena stimulus berdampak positif ke perekonomian.

Selain itu, lanjutnya, stimulus yang besar juga bisa menekan nilai tukar negara yang bersangkutan karena potensi banyaknya uang yang beredar.

“Hari ini Indonesia akan merilis data GDP Q2 2020. Data ini mungkin bisa memberikan tekanan ke rupiah bila hasilnya di bawah ekspektasi pasar,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.500 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Selasa (4/8/2020) lalu, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.625 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.630 per dolar AS.

BACA JUGA : Gara-Gara Harga Emas Makin Mahal, Pasangan di Aceh Undur Hari Pernikahan

KONTAK PERKASA FUTURES

Rupiah Menguat ke 14.565 per Dolar AS, di Tengah Pandemi yang Belum Membaik

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Selasa ini. Investor kembali mengoleksi aset-Aset berisiko. 

Mengutip Bloomberg, Selasa (4/8/2020), rupiah dibuka di angka 14.565 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.630 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.565 per dolar AS hingga 14.672 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 5,82 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referesi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.697 per dolar AS. Menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.713 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat dipicu perbaikan data ekonomi sejumlah negara.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini sentimen aset berisiko terlihat membaik.

“Data-data indeks aktivitas manufaktur beberapa negara yang disurvei Markit seperti Jepang, China, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Zona Euro, AS, termasuk Indonesia, dirilis lebih bagus dari prediksi yang mengindikasikan pemulihan,” ujar Ariston dikutip dari Antara.

Menurut Ariston, sentimen tersebut mungkin bisa membantu penguatan rupiah hari ini di tengah kondisi pandemi yang belum membaik.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran 14.550 per dolar AS hingga 14.700 per dolar AS.

Sebelumnya, seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran COVID-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali.

Pada akhir hari Kamis, 23 Juli 2020, Rupiah ditutup pada level Rp 14.550 per dolar AS. Kemudian Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke level 6,86 persen. DXY[1] tercatat melemah ke level 94,69serta yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke level 0,577 persen.

Sementara pada pagi hari tadi, Jumat (24/7/2020), Rupiah dibuka pada level Rp 14.500 per dolar AS. Kemudian Yield SBN 10 tahun turun di 6,83 persen.

Adapun aliran Modal Asing pada minggu ke-4 Juli 2020, BI mencatat Premi CDS (Credit Default Swaps)[3] Indonesia 5 tahun turun ke 112,9 bps per 23 Juli 2020 dari 124,7 bps per 17 Juli 2020.

“Berdasarkan data transaksi 20-23 Juli 2020, non residen di pasar keuangan domestik beli neto Rp 5,17 triliun, dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp 5,40 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 0,23 triliun,” papar Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam keterangan resmi.

“Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), non residen di pasar keuangan domestik jual neto Rp 143,77 triliun,” sambung dia.

BACA JUGA : Sentimen Pasar Modal Mulai Menguat, Ini Buktinya

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dampak Pandemi, Kunjungan Turis Asing Turun 88,82 Persen pada Juni 2020

PT KONTAK PERKASA – Wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing yang mengunjungi Indonesia pada pada Juni 2020 mencapai 160.300 orang. Angka ini turun 2,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 163.600 orang. Sementara dibandingkan periode sama tahun lalu turun 88,82 persen.

“Jumlah wisatawan mancanegara bulan Juni 160.300 ribu kunjungan. Jadi kalau kita lihat dampak pada pandemi ke sektor pariwisata ini luar biasa dalamnya dan itu sudah terjadi sejak bulan Februari dan akan membutuhkan waktu yang cukup panjang,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

Dia merincikan, dari jumlah kunjungan turis asing tersebut yang menggunakan transportasi darat tercatat sebanyak 109,4 ribu orang atau 68,2 persen. Sementara untuk sektor laut tercatat 49,5 ribu orang atau sebesar 30,9 persen. Kemudian udara 1,5 ribu orang atau 0,9 persen.

Adapun pergerakan besar di sektor udara terjadi di Soekarno Hatta. Jumlah turis asingyang datang di bulan Juni lewat bandara tersebut mengalami kenaikan 130,3 persen dibandingkan dengan Bulan Mei. Hal itu menunjukkan bahwa dengan adanya relaksasi PSBB jumlah wisman mulai berdatangan.

“Wisman yang datang lewat Soekarno Hatta adalah 190.000 tahun lalu sekarang 9.100 tetapi meskipun begitu yang saya ingin tunjukan adalah sudah ada geliat wisman dan trasnportasi meskipun catatannya masih jauh dari normal,” jelas dia.

Sementara itu, jika dilihat dari kenegaraannya kunjungan wisman di Juni 2020 terbanyak dari Timur Leste yakni 82,5 ribu kunjungan atau 51,5 persen. Hal itu bisa dimaklumi karena negara itu merupakan daerah perbatasan dengan Indonesia.

Sementara itu posisi selanjutnya diikutu oleh Malayasia sebesar 39,2 persen, Tiongkok 1,3 persen dan lain-lainnya 8,1 persen.

“Ada pergerakam tetapi posisinya masih jauh dari normal. Kita perlu kerja keras menarik wisman ke Indonesia. Kunci pentingnya adalah covid harus segera beralalu dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

BACA JUGA : Dampak Pandemi, Kunjungan Turis Asing Turun 88,82 Persen pada Juni 2020

PT KONTAK PERKASA

Harga Emas Kembali Cetak Rekor Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga

PT KONTAK PERKASA Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Hal ini terjadi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) tidak mengubah suku bunga acuan.

Mengutip CNBC, Kamis (30/7/2020), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.979,53 per ounce, Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi USD 1.953,4 per ounce. Ini merupakan rekor penutupan harga emas terbaru.

Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga mendekati nol persen usai rapat yang berlangsung selama dua hari. Suku bunga ini sudah bertahan sejak 15 Maret atau di awal virus Corona menyerang seluruh dunia.

Seiring dengan mempertahankan suku bunga tetap rendah, The Fed juga menyatakan komitmennya untuk mempertahankan pembelian obligasi dan serangkaian program pinjaman dan likuiditas yang juga terkait dengan respons virus.

“Kami berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat kami untuk mendukung ekonomi di lingkungan yang menantang ini,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell.

Harga emas cenderung naik ketika suku bunga rendah. Emas juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Harga emas naik pada hari Selasa menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang diharapkan akan memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung ekonomi yang terkena virus corona. Harga emas batangan urun dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai sebelumnya.

Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen pada USD 1.947.51 per ounce. Sementara emas berjangka AS naik 0,93 persn menjadi USD 1,949.00 per ounce.

Emas melonjak ke rekor tertinggi USD 1.980,57 per ounce di awal sesi. Tetapi harga telah turun sebanyak 3,7 persen sejak saat itu karena investor membukukan keuntungan dan dolar bangkit kembali.

“Ketika Anda mendapatkan momentum kuat untuk datang, Anda mendapatkan banyak spekulan yang ingin menghasilkan keuntungan cepat,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS seperti dikutip dari CNBC, Rabu (29/7/2020).

“Tidak ada yang berubah secara fundamental sama sekali, defisit dan suku bunga yang lebih rendah memicu inflasi masih akan ada di sini, jadi tidak ada alasan untuk tidak memiliki emas sebenarnya,” tambahnya.

BACA JUGA : 6 Pecahan Rupiah Ini Tak Bisa Dipakai Transaksi pada 2021, Apa Saja?

PT KONTAK PERKASA

Indonesia Bisa Lebih Cepat Pulih dari Covid-19 karena Masyarakatnya Pede

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani percaya, ekonomi Indonesia bisa pulih lebih cepat dari wabah pandemi Covid-19 lantaran kepercayaan diri masyarakatnya yang sangat tinggi.

Merujuk pada sebuah riset, Hariyadi mengatakan, warga Indonesia bisa memberikan hawa positif dan punya sikap yang lebih percaya diri dibandingkan dengan negara lain di Asia.

“Menurut saya ini sangat baik untuk kita. Mungkin kalau kita buat strategi yang lebih tepat untuk meyakinkan orang, kita bakal pulih lebih cepat dari yang lain. Karena sikap orang-orang Indonesia lebih positif dan percaya diri selama pandemi ini,” tuturnya dalam sesi teleconference, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, masyarakat Indonesia tetap terlihat menggebu-gebu dalam beraktivitas di tengah pandemi virus corona saat ini. Hal tersebut dianggapnya dapat menyalurkan ritme positif bahwa negara bisa lebih cepat pulih dari wabah ini.

“Menyangkut confidence level dari masyarakat Indonesia. Jadi message-nya itu ini adalah hal yang sangat menarik, karena orang kita positif, memang ingin melakukan aktivitas,” ujar dia.

Namun, ia tetap memperingatkan kepada masyarakat agar terus disiplin dan mematuhi protokol kesehatan. Hariyadi mengutarakan, kegiatan bisnis akan sangat aman jika protokol kesehatan itu benar-benar diterapkan.

“Contohnya kalau di sektor hotel, banyak anggota kami yang menerima tenaga medis, menerima karantina untuk PDP yang itu risikonya tinggi,” ungkap dia.

“Tapi Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kasus yang ditemukan secara signifikan. Bisa dibilang betul-betul bisa ditangani secara baik dan tidak ada fase baru,” tandasnya.

BACA JUGA : Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

PT KONTAK PERKASA FUTURES